Pengertian Nasionalisme: Definisi, Tujuan, Ciri dan Bentuknya

Pengertian Nasionalisme: Definisi, Tujuan, Ciri dan Bentuk Nasionalisme. Dalam dunia pendidikan, kita sudah sering mendengar kata nasionalisme yang banyak dipakai dalam pelajaran ilmu sosial dan politik. Jika Anda sering mendengar kata nasionalisme tapi belum mengetahui secara khususapa arti dari nasionalisme yang sebenarnya maka disini akan disajikan beberapa penjelasan mendetail mengenai pengertian, tujuan, ciri dan juga bentuk dari nasionalisme.

1. Pengertian Nasionalisme

Nasionalisme adalah suatu paham kebangsaan dari masyarakat pada suatu negara yang mana memiliki kesadaraan dan juga semangat akan cinta tanah air dan juga bangsa yang mana diwujudkan dalam bentuk sikap dan juga tingkah laku dari masyarakat atau individu.

Sebenarnya Istilah nasionalisme juga dapat diartikan sebagai pemahaman masyarakat tentang sebuah bangsa yang memiliki sebuah keselarasan budaya dan juga wilayah serta memiliki kesamaan tujuan dan juga cita – cita sehingga dengan itu semua timbullah rasa ingin mempertahankan bangsa dan negaranya.

Berikut ini adalah beberapa pengertian nasionalisme dari para ahli dan tokoh pendidikan dunia.

  • Otto Bauar. Pengertian nasionalisme menurut Otto Bauar adalah sebuah persatuan karakter atau perangai yang timbul karena adanya perasaan yang senasib.
  • Ernest Renan. Pengertian nasionalisme yang selanjutnya adalah menurut Ernest Renan yang mengatakan bahwa nasionalisme itu adalah suatu kehendak untuk bersatu dan juga bernegara.
  • Hans Kohn. Pengertian nasionalisme yang berikutnya adalah menurut Hans Kohn yang mengatakan bahwa nasionalisme adalah sebuah bentuk rasionalisasi dan formalisasi yang terbentuk karena kesadaran nasional untuk bernegara dan berbangsa.
  • L. Stoddard. Pengertian nasionalisme yang selanjutnya adalah menurut ahli yang bernama L. stoddard yang mengungkapkan bahwa nasionalisme itu adalah sebuah kepercayaan yang dimiliki oleh masyarakat yang mana mereka mengungkapkan rasa kebangsaan tersebut sebagai sebuah perasaan memiliki dalam sebuah bangsa.
  • Smith. Pengertian yang terakhir adalah menurut Smith yang mengungkapkan bahwa nasionalisme itu adalah sebuah gerakan ideologis yang mana gerakan tersebut digunakan untuk mendapatkan dan memelihara kohesi, otonomi dan juga individualitas.

Dari beberapa pendapat subjektif para ahli tentang Nasionalisme yang dikemukakan diatas, kita melihat bahwa definisi nasionalisme itu meliputi bentuk perasaan dan kondisi mental individu tentang kesamaan identitasnya yang berlaku secara umum dan luas di suatu wilayah negara atau bangsa.

2. Tujuan Nasionalisme

Berikut ini adalah beberapa tujuan positif dari nasionalisme.

  1. Tujuan nasionalisme yang pertama adalah untuk menumbuhkan dan juga meningkatkan rasa cinta terhadap bangsa, negara dan juga tanah air.
  2. Tujuan nasionalisme yang kedua adalah mambangun sebuah hubungan yang harmonis dan juga rukun antara masyarakat dan juga individu lainnya.
  3. Tujuan nasionalisme yang berikutnya adalah masih juga dalam rangka untuk membangun dan juga mempererat sebuah tali persaudaraan antara sesama warga masyarakat di sebuah negara.
  4. Tujuan nasionalisme yang selanjutnya adalah sebagai upaya untuk menghilangkan dan juga menghapuskan ekstrimisme atau tuntutan yang berlebih dari warga negara atau masyarakat kepada pemerintah.
  5. Tujuan nasionalisme yang berikutnya adalah sebagai usaha untuk menumbuhkan sebuah semangat untuk bisa rela berkorban demi bangsa, negara dan juga tanah air.
  6. Tujuan nasionalisme yang terakhir adalah untuk menjaga sebuah negara, bangsa dan juga tanah air dari serangan para musuh yang mengancam negara baik itu dari luar negeri dan juga dalam negeri.

3. Ciri-ciri Nasionalisme

Adanya rasa nasionalisme dapat diketahui dari berbagai karakteristik dan fenomena sosial kemasyarakatan sebagai berikut:

  • Ciri – ciri nasionalisme yang pertama adalah adanya sebuah kesatuan san juga persatuan sebuah bangsa.
  • Ciri – ciri nasionalisme yang kedua adalah adanya sebuah organisasi yang memiliki bentuk modern dan juga memiliki sifat nasional.
  • Ciri – ciri nasionalisme yang berikutnya adalah adanya sebuah perjuangan yang dilakukan dan juga memiliki sifat nasional.
  • Ciri – ciri nasionalisme yang berikutnya adalah bertujuan untuk mendirikan dan juga memerdekakan sebuah negara yang merdeka dan juga memiliki sebuah kekuasaan dimana kekuasaan tersebut berada di tangan para rakyat.
  • Ciri – ciri nasionalisme yang terakhir adalah nasionalisme lebih mementingkan pikiran sehingga pendidikan menjadi sebuah peran yang sangat penting dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara.

Semangat nasionalisme ini juga bisa kita rasakan secara khusus di indonesia yang dirumuskan dalam pancasila yaitu pada sila 3 pancasila yang memiliki bunyi persatuan Indonesia dengan ciri-ciri sebagai berikut.

  • Adanya sebuah rasa cinta terhadap bangsa Indonesia dan juga tanah air tercinta.
  • Adanya sebuah rasa rela berkorban demi sebuah kepentingan negara dan juga bangsa.
  • Adanya rasa bangga memiliki sebuah bangsa dan juga tanah air.
  • Dapat memposisikan kepentingan negara dan juga bangsa diatas kepentingan suatu organisasi dan juga golongan.

4. Bentuk Nasionalisme

  • Nasionalisme Kewarganegaraan

Bentuk nasionalisme yang pertama adalah nasionalisme kewarganegaraan atau yang biasa juga disebut dengan nasionalis sipil, yaitu adalah sebuah bentuk nasionalisme yang mana suatu negara mempunyai kebenaran politik dari kehendak para rakyat dan juga perwakilan politik.

  • Nasionalisme Etnis

Bentuk nasionalisme yang kedua adalah nasionalisme etis yaitu adalah sebuah semangat sebuah kebangsaan yang mana mempunyai sebuah negara memiliki kebenaran politik dari etnis atau budaya asal.

  • Nasionalisme Romantik/ Organik/ Identitas

Bentuk nasionalisme yang ketiga adalah dimana sebuah negara mempunyai kebenaran politik secara organik yaitu sebuah hasil dari bangsa dan juga ras yang memiliki semangat romantisme.

  • Nasionalisme Budaya

Bentuk nasionalisme yang selanjutnya adalah sebuah bentuk di mana sebuah negara mempunyai kebenaran politik yang berasal dari sebuah budaya bersama dan bukan karena sifat keturunan seperti contohnya warna kulit, ras dan lain sebagainnya.

  • Nasionalisme Kenegaraan

Bentuk nasionalisme yang selanjutnya adalah sebuah bentuk di mana suatu masyarakat yang memiliki sebuah perasaan yang nasionalistik yang sangat kuat dan juga diberikan suatu keutamaan yang mengatasi sebuah hak yang bersifat universal dan juga kebebasan. Nah nasionalisme kenegaraan ini juga seringkali dihungkan dengan nasionalis etnis.

  • Nasionalisme Agama

Bentuk nasionalisme yang terakhir adalah sebuah nasionalisme yang mana sebuah negara memiliki legitimasi politik dari sebuah persamaan agama.
Nah itulah beberapa bentuk dari nasionalisme yang bisa Anda ketahui.

***

Jadi sekarang Anda sudah bisa mengetahui apa saja pengertian nasionalisme beserta tujuan, ciri dan juga bentuknya. Sekian dan terimakasih, semoga artikel diatas bisa menambah informasi dan juga wawasan Anda.

Bagikan: