Pengertian Ham: Jenis, Penegakan dan Pelanggaran Hak Asasi Manusia

Pengertian Ham; Jenis, Macam, Penegakan dan Pelanggaran Hak Asasi Manusia. HAM atau Hak Asasi Manusia merupakan berbagai hak yang secara hakiki diakui oleh seorang manusia sejak ia dilahirkan. Berbagai definisi dan pengertian mengenai Hak Asasi Manusia dinyatakan oleh berbagai ahli maupun lembaga.

John Locke menjadi salah satu filsuf politik asal Inggris di sekitar masa 1600an  yang dikenal sebagai bapak HAM dunia, sedangkan PBB adalah lembaga multilateral yang menjalankan fungsi sebagai penjaga kedamaian dan keamanan dunia. John Locke menjadi tokoh yang mencetuskan tentang adanya HAM dengan pemikirannya mengenai keadaan alamiah, sementara PBB saat ini menjadi salah satu organisasi yang menjaga dan mengembangkan dasar pemikiran Locke bagi kehidupan dunia pada masa ini.

1. Pengertian HAM menurut John Locke

Sebagai seorang filsuf yang banyak memutar pemikirannya tentang berbagai hal terkait hubungan dengan ke-Tuhan-an, pandangan John Locke tidak terlepas dari pandangan tentang hal-hal ilahi. Secara khusus John Locke menyebut bahwa manusia memiliki hak-hak yang secara kodrati diberikan oleh Tuhan. Hak-hak kodrati melekat pada diri manusia dan tidak dapat diganggu gugat karena hak-hak tersebut bukan berasal dari manusia maupun lembaga atau organisasi yang dibentuk oleh manusia. Hak asasi manusia yang pada waktu itu diangkat oleh John Locke adalah hak untuk hidup.

2. Jenis HAM menurut John Locke

Hak asasi manusia yang terpenting menurut pandangan John Locke adakah sifat kodrati dari hak-hak tersebut merupakan pemberian dari Tuhan. Hak-hak yang kodrati dari Tuhan menurut John Locke adalah hak kehidupan, kebebasan, dan kepemilikan akan harta. Hak-hak yang dari Tuhan tersebutlah yang tidak boleh diambil oleh manusia dari manusia lain. Hak kodrati yang dimaksud oleh John Locke ini merupakan wewenang mutlak yang dimiliki oleh seorang manusia yang tidak ada yang memiliki wewenang lebih besar atas hal tersebut selain dirinya sendiri.

3. Macam HAM Menurut John Locke

Hak kodrati yang menjadi dasar bagi pemikiran dan perkembangan Hak Asasi manusia modern yang dicetuskan oleh John Locke adalah:

a Hak Mempertahankan Kehidupan

Bagi John Locke kehidupan seorang manusia adalah hak yang diperoleh dari Tuhan dan manusia tidak dapat memilih kehidupan. Hak untuk hidup adalah hak dasar yang tidak bisa diambil dari seorang manusia. Tidak ada seorangpun  dengan dasar apapun memiliki hak untuk mengambil hak untuk hidup dari manusia lain. Hanya Tuhan yang bisa mengambil kehidupan tersebut

b. Hak Mempertahankan Kebebasan

Kebebasan juga menjadi hal yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia. Kebebasan yang dimaksud oleh John Locke dicetuskan karena banyaknya perbudakan yang terjadi akibat perang. Kebebasan seseorang atas dirinya sendiri ini juga tidak dapat diambil atau dimiliki oleh orang lain.

c. Hak Mempertahankan Hak-hak kepemilikan

Manusia dalam perjalanan kehidupannya memiliki berbagai harta yang bisa didapat dari kerja kerasnya. Harta dan kepemilikan yang diperoleh manusia ini juga tentunya perlu dipertahankan untuk kelangsungan hidup manusia. Oleh karena itu, kepemilikan akan harta ini juga tidak dapat dirampas atau diambil dari manusia secara sewenang-wenang.

4. Penegakan dan Pelanggaran HAM yang diakui John Locke

Latar belakang pemikiran filsafat John Locke tentang kehidupan manusia ini dilandasi pada situasi kehidupan masyarakat saat itu yang banyak diramaikan dengan kepentingan peperangan dan penundukan antar negara, yang mana di dalam negara-negara tersebut terdapat manusia-manusia yang memiliki hak-hak kodrati yang sama dan rata seperti yang disampaikan di atas. Hak-hak tersebut bertujuan agar apa yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia tersebut tidak diambil oleh manusia dari manusia lain.

Bentuk pelanggaran atas hak kodrati yang dicetuskan oleh John Locke antara lain adalah pembunuhan manusia oleh manusia lain, memaksakan manusia untuk tunduk pada suatu kekuasaan, serta perampasan harta manusia untuk kepentingan penguasa. Pandangan John Locke saat itu bertujuan untuk melindungi hak-hak kodrati manusia dari permintaan yang tidak berdasar dari suatu kekuasaan.

5. Pengertian HAM menurut PBB

Pada tahun 1946 perkembangan pandangan terkait hak asasi manusia dicanangkan oleh PBB dengan terbentuknya komisi Hak Asasi Manusia PBB yang merumuskan Piagam hak-hak internasional yang berlaku di seluruh dunia.  Hak-hak asasi manusia dalam pandangan PBB merupakan dasar dari kemerdekaan, keadilan, dan juga perdamaian dunia. Pandangan HAM yang dirumuskan oleh PBB bertujuan untuk menjaga hak-hak kodrati manusia yang pernah dicetuskan oleh John Locke tanpa memandang ras, suku, agama, jenis kelamin, bahasa, dan kondisi lainnya. HAM berdasar pandangan PBB dimiliki oleh seluruh manusia tanpa memperhatikan kondisi-kondisi tersebut.

6. Jenis HAM menurut  PBB

Dalam Piagam hak asasi manusia yang dibuat oleh PBB terdapat 6 jenis HAM yang dilindungi dan berlaku di seluruh dunia. Hak-hak tersebut adalah:

a. Hak Asasi Pribadi

Hak-hak ini terkait kebebasan untuk hidup, beragama, berpendapat, dan merasa aman.

b. Hak Asasi di Bidang Politik

kebebasan ini terkait dalam hak untuk memilih, dipilih, dan
berserikat.

c. Hak Asasi Ekonomi

hak jual beli, mendapat pekerjaan, serta mendirikan usaha

d. Hak Asasi Sosial budaya

hak ini termasuk dalam hak mendapat pendidikan, jaminan sosial, serta mengembangkan kebudayaannya.

e. Hak Asasi Perlindungan Hukum dan Jabatan

Hak-hak perlindungan hukum juga mendapat perhatian. Hal ini terkait perlakuan yang adil dan sama dalam proses hukum. SElain itu setiap orang memiliki hak untuk menduduki suatu jabatan dalam pemerintahan.

f. Hak Asasi Tata cara Peradilan

Hak ini terkait pada pembelaan diri dalam proses peradilan. Seseorang memiliki hak untuk mengambil pengacara maupun saksi sebagai bentuk pembelaan dirinya dari kesalahan yang dituduhkan.

7. Macam-macam HAM Menurut PBB

Dalam deklarasi Hak Asasi Manusia yang dibuat oleh PBB, terdapat 30 poin yang menjabarkan berbagai hak asasi yang secara lahiriah dimiliki oleh manusia yang hidup dan berlaku sama sama bagi semua manusia di dunia.
Hak-hak tersebut adalah hak-hak terkait kebebasan, kehidupan, kesetaraan dan perlindungan hukum, hak untuk menyampaikan pendapat, hak untuk tempat tinggal, perlindungan, makanan, kesehatan, dan jaminan sosial. Masih ada pula hak untuk bekerja, pendidikan, berpartisipasi dalam kebudayaan, serta kebebasan dari gangguan lainnya.

8. Penegakan dan Pelanggaran HAM PBB

Mendasarkan pada ke-30 macam HAM yang diakui oleh PBB, hingga saat ini masih banyak isu-isu pelanggaran HAM yang menjadi hal yang masih sering berkembang hingga berbagai pembahasan dan pertemuan antar negara PBB. Laporan pelanggaran HAM terutama terkait kebebasan untuk beragama dan kehidupan menjadi hal yang masih sering terdengar.

Genosida atau pemusnahan kelompok manusia dari suatu suku, agama, ras, budaya atau dari kelompok tertentu menjadi permasalahan yang sering diserukan untuk diusut dan ditindaklanjuti oleh PBB. Berbagai desakan dan seruan ini masih menjadi hal yang

Berbagai pelanggaran HAM dan hal-hal terkait intoleransi merupakan tugas bagi Komisi HAM PBB untuk mengusut, menyelesaikan, dan mengajukan proses peradilan bila ditemukan bukti adanya pelanggaran tersebut. PEngadilan HAM PBB memiliki wewenang untuk menyelesaikan berbagai kasus pelanggaran HAM di dunia.

***

Demikianlah penjelasan singkat tentang definisi dan pengertian ham yang bisa menjadi sumber informasi dan penambah pengetahuan untuk pembaca.

Bagikan: