15+ Contoh Naskah Drama Singkat, Komedi, Musikal, Persahabatan, Cerita Rakyat, dll

Contoh Naskah Drama Singkat. Saat mengetahui kata “drama” tentu membuat Anda teringat akan suatu pertunjukan di atas panggung dengan para pemain yang berkostum unik, serta dandanan yang nyentrik, tergantung judul atau tema yang diambil pada naskahnya. Kini tayangan pertunjukan drama sudah berkembang menjadi semakin modern dan beragam, tidak seperti pada masa lalu. Tapi jangan khawatir, drama atau theater panggung yang bisa disaksikan secara langsung masih ada meskipun hanya sedikit yang masih rutin diadakan.

Suasana saat menyaksikan kisah drama dari teater panggung tentu lebih berkesan daripada saat Anda menonton film yang juga menayangkan sebuah kisah atau peristiwa, baik itu fiktif maupun nyata. Maka jangan lewatkan pertunjukan drama dengan cerita tertentu, karena di dalamnya tidak hanya mengandung hiburan belaka, tetapi juga nilai dan pesan kehidupan yang menjadikan drama terkesan sebagai suatu hasil karya seni luar biasa.

Serba-Serbi Drama dan Naskah Drama

contoh naskah drama dan ulasan lengkapnya
contoh naskah drama

Anda tentu mengetahui adegan panggung yang menampilkan kisah atau peristiwa tertentu secara singkat yang menghibur dan menarik. Adegan di atas panggung itulah yang disebut drama, namun kini drama tidak hanya ditayangkan di atas panggung saja, sejak majunya teknologi informasi dan komunikasi drama telah ditampilkan lewat berbagai media, seperti televise, bioskop, atau lewat media online.

Meskipun kini genre dan aneka drama semakin berkembang, tetapi pertunjukan drama yang ditampilkan di atas panggung masih menjadi hal yang menarik untuk dinikmati. Kemudian tujuan dibuatnya naskah drama tidak hanya untuk menghibur dan membatasi para pelaku cerita, tetapi juga membawa nilai dan informasi penting kepada para audiens yang menyaksikannya.

Semua pementasan drama memerlukan sebuah teks untuk memandu para pemainyya agar bermain peran dengan baik dan sesuai karakter di dalam cerita. Teks panduan tersebut dinamakan sebagai naskah drama, sifatnya sangat penting agar para pemain tidak memerankan cerita di luar kehendaknya tanpa ada batasan cerita.

Sejarah dan Tujuan Naskah Drama

contoh naskah drama dan sejarahnya
contoh teks drama

Setiap karya baik berupa teks maupun hal yang lain tentu ada sejarahnya, termasuk seni bermain peran atau drama sekaligus naskahnya. Naskah drama memiliki sejarah kemunculan sejak beratus tahun yang lalu di Eropa, terutama di negara Yunani. Munculnya bersamaan dengan kehadiran kisah-kisah mitos dewa dewi, serta legenda yang dipercayai oleh warga setempat. Isi lakon pada naskahnya menceritakan tentang kegiatan permohonan dan persembahan.

Jika Anda ingat, para tokoh filsuf terkenal juga banyak yang dilahirkan di Yunani, dengan membawa naskah yang berisi pemikiran atau ide yang memukau. Serta banyak sekali kemunculan ide dan ilmu baru, beserta karya-karya seni memukau untuk pertama kali sehingga seiring berkembangnya waktu naskah persembahan yang ditulis oleh Aeschylus ini kemudian berkembang menjadi drama seperti yang dikenal hingga saat ini.

Kini drama hasil karya manusia modern sangat beragam, bahkan ada yang mencampurkan beberapa unsur, seperti unsur sejarah yang dipadukani dengan beberapa unsur modern, caranya membuat alur maju mundur dan sebagainya. Kreativitas para penulis naskah yang semakin berkembang tersebut perlu diapresiasi, tidak hanya itu, ide untuk menciptakan genre baru dalam drama pun semakin berkembang, seperti pada drama musikal, drama kisah dongeng yang imajinatif, dan sebagainya.

Jika Anda berpikir untuk merekam kejadian atau momen berharga di satu waktu lebih penting dan efisien dibandingkan menonton drama yang hanya meniru atau memperagakan kejadian aslinya tentu yang sesuai bagi Anda berupa memori penyimpan file rekaman tersebut. Namun, perlu Anda tahu bahwa merekam dengan sebuah alat elektronik tidak bertahan lama.

contoh naskah drama terbaik
contoh naskah drama

Anda bisa merekamnya dengan berbagai metode, yang paling bagus adalah lewat tulisan, karena Anda bisa menyebarkannya dan menyimpannya di dalam memori pikiran sesuai dengan apa yang Anda tulis. Naskah drama kemudian muncul sebagai hasil dari sebuah rekaman adegan bersejarah yang atau gambaran tentang kondisi realitas tertentu, dengan menampilkan beberapa lakon sebagai tokoh utama seperti yang ada pada kisah dalam naskah yang telah ditulis.

baca: Contoh Teks Eksposisi

Peristiwa nyata seperti sejarah, dongeng, atau legenda yang diangkat untuk dijadikan sebuah drama harus memiliki nilai atau pesan yang bisa diambil oleh audiensnya, itu diperlukan di berbagai genre drama, baik komedi maupun musikal. Tujuannya selain membuat audiens terhibur, juga untuk menyebarkan nilai, pesan moral, atau informasi penting. Namun, tidak banyak audiens yang benar-benar bisa menangkap pesan yang dibawa dalam sebuah drama.

Apabila Anda memahami dengan baik sebuah naskah drama, maka tidak akan sulit menulis dan menyusunnya. Anda harus memiliki ide yang unik agar naskah tersebut merupakan hasil karya original, tetapi jika ingin menyusun sebuah naskah drama sejarah tentu jangan lewatkan untuk menulis sumber referensinya.

Karakteristik Naskah Drama

contoh naskah drama dan karakteristiknya
contoh naskah drama

Anda harus mengetahui ciri atau karakteristik naskah drama sebelum menyusunnya, oleh karena itu perhatikan poin di bawah ini

1. Berbentuk Dialog

Naskah drama harus berbentuk dialog, karena isinya diperankan oleh tokoh kemudian secara pasti dipentaskan di panggung pertunjukan.

2. Tanpa Tanda Petik

Biasanya pada beberapa teks, seperti cerpen, novel, atau karangan lainnya, terdapat tanda petik untuk mengawali dan mengakhiri kalimat percakapan antar tokoh. Sedangkan pada naskah drama tidak perlu menyertakan tanda petik.

3. Petunjuk Adegan

Setiap naskah drama harus ada sebuah deskripsi yang berisi petunjuk adegan yang diperankan oleh para tokohnya, seperti (sedang memakan dan mengambil air menggunakan tangannya), dan sebagainya. Kalimat petunjuk biasanya menggunakan tanda kurung.

4. Letak Teks Narasi Diperhatikan

Pada teks narasi naskah drama, harus diletakkan di atas sebelum teks dialog ditulis. Teks ini biasanya menjelaskan tentang prolog dan epilog, serta suasana, atau setting dalam sebuah kisah drama.

Jenis Genre Drama Dan Pementasan

contoh naskah drama dan jenisnya
contoh naskah drama

Sejauh ini ada banyak sekali ragam jenis naskah drama yang bisa Anda jadikan sebagai referensi sebelum menyusun naskan milih Anda sendiri. Berikur jenisnya,

  1. Drama Komedi, yakni berisi kisah-kisah lucu dan menarik, isinya berupa hiburan tapi juga membawa sebuah pesan penting.
  2. Drama Tablo, berupa pertunjukan gerakan para pemainnya yang membawa pesan tertentu tanpa dialog.
  3. Drama Opera, biasanya dialog para tokoh diserai dengan iringan musik, biasanya digunakan untuk mengisahkan cerita rakyat, dan sebagainya.
  4. Drama musikal, berupa pertunjukan dialog yang diiringi music dan nyanyian merdu para pemain atau para tokohnya.
  5. Drama Tragedi, yakni isi atau lakon drama yang mengisahkan suatu kejadian yang bernuansa menyedihkan atau mengharukan.

Kelima genre tersebut merupakan sebagian dari jenis drama, kini ada lebih banyak lagi genre, seperti drama modern, drama sendratari, film, dan sebagainya.

Struktur Dan Unsur Naskah Drama

Berikut unsur-unsur penting yang ada pada naskah drama,

contoh naskah drama dan susunannya yang benar
contoh naskah drama

1. Tema

Ide atau konsep yang menjadi pondasi dalam suatu naskah drama yakni tema, semua karya atau teks tentu memerlukan adanya tema yang bisa dijadikan sebagai batasan suatu kisah.

2. Judul

Setelah tema, tentu unsur terpenting selanjutnya yakni judul, yang bisa memberikan gambaran umum isi yang ada pada kisah drama.

3. Pelaku

Drama tidak bisa berjalan jika tidak ada pelaku, dan pelaku ini muncul karena karangan penulis naskah, serta berfungsi sebagai penggerak adegan dalam kisah drama.

4. Karakter Tokoh

Setiap tokoh yang ada pada naskah drama juga harus memiliki karakter pribadi, karena berfungsi untuk memunculkan sebuah suasana konflik, peredam konflik, dan sebagainya.

5. Alur atau Plot

Cerita juga harus memiliki alur yang jelas, yakni arah jalannya cerita, apakah maju atau mundur.

6. Latar

Setiap cerita tentu harus memiliki latar, yakni sebuah keterangan yang menyatakan posisi ruang dan waktu keberadaan tokoh, seperti latar tempat, suasana, dan waktu.

7. Pesan atau Amanat

Sepeti yang telah disebutkan sebelumnya, unsur terpenting yang juga dijadikan sebagai tujuan diciptakannya naskah drama adalah pesan atau nilai moral yang disisipkan pada kisah drama.

Kumpulan Contoh Naskah Drama

contoh naskah drama lengkap beserta genrenya
contoh naskah drama

1. Contoh Naskah Drama Kontemporer 4 Orang

Tema : Kehidupan Anak Sekolahan JaDul (Jaman Dulu)
Judul : Berbuat Baik Hasilnya Baik
Tokoh : Majun, Pepeb, Tomi, Tina

Deskripsi Karakter

Majun : Berprestasi, pandai menyontek
Pepeb : Rajin, jujur, polos
Tomi : Tampan, paling keren, baik hati, jago basket, tidak pandai dalam mata pelajaran
Tina : Pintar, pelit

Dialog / Percakapan

Waktu tepat menunjukkan pukul 7 di pagi hari, bangku di dalam ruang kelas sudah dipenuhi oleh siswa siswi kelas 6 yang sedang melaksanakan ujian dengan khidmat. Di antara seluruh siswa, ada 2 deretan bangku yang bersebelahan samping kiri – kanan, serta depan – belakang, duduklah di sana empat orang siswa siswi, yakni Pepeb, Tomi, Tina, dan Majun.

Tina duduk di depan Pepeb, sedangkan di bangku seberang kanan Pepeb duduklah si Tomi di belakang Majun. Mereka terlihat tengan serius untuk mengerjakan soal yang dianggap paling sulit dan rumit, yakni Matematika. Tina terlihat mengembangkan senyum karena Ia merasa bisa mengerjakan semua soal dengan baik.
Tina : (mengerjakan soal nomor 1 sampai 3 dengan cepat dengan cara berpikir kilat tanda menguasai semuanya) Nah, aku tau jawaban ini! Aha! Ini rumusnya yang kupelajari kemarin, nih.

Sementara itu, suasana berbeda terlihat di seberang kanan Tina,

Majun : (menggaruk kepalanya dengan ujung pensil hingga tidak terasa bahwa ujungnya patah). Aduh, gimana ini ya! Kok sulit amat, mana gak mirip sama latihan soal yang kucontek dari si Tina kemarin! ( Si Majun kemudian menolehkan kepalanya sedikit kea rah si Tina, ia berusaha melirik jawaban si Tina dengan menyipitkan mata agar tidak ketahuan menyontek).

Saat Majun mengangkat lehernya untuk melihat lembar jawaban ujian milik Tina dengan jelas, tiba-tiba..

Tina : (Kresek! Ia langsung menoleh ke kanan, dan melihat si Madun dengan tatapan sinis). (Kemudian Tina bergumam pelan dengan mulutnya untuk mengancam si Madun tanpa suara).

Madun : Dasar pelit, Kau! (berbisik pelan kemudian menoleh kea rah si Pepeb yang duduk di belakang Tina)

Pepeb terlihat sangat serius mengerjakan soal, meskipun di kelas Ia belum pernah mendapatkan juara 1 hingga 3 besar, tetapi masih termasuk dalam juara 5 besar di kelas. Karena Pepeb tergolong sebagai murid yang rajin, maka Majun berusaha menyontek lembar jawaban ujiannya juga.

Pepeb : (sedang serius menghitung jawaban soal nomor 10, Ia tidak menghiraukan apapun dan siapapun, termasuk si Majun yang sedang menyonteknya)

Majun : Wah, kesempatan nih! Mumpung Pak Guru lagi ke WC, sip sip! (Ia menegakkan badan dan kepala serta berusaha mencari posisi tepat untuk bisa melihat seluruh lembar jawaban si Pepeb) Yes, berhasil! (Majun berhasil mendapatkan jawaban soal nomor 5 kemudian dilingkarilah lembar jawaban milik Majun)

Waktu bergerak cepat, jam ujian hamper habis, Madun masih baru mengisi hingga 6 soal dari 15 soal matematika yang modelnya belum pernah ditemui di berbagai sesi sebelumnya. Ia pun masih sibuk menengok ke kiri dan ke kanan tanpa henti. Ia memiliki target untuk bisa bertahan minimal di peringkat 2. Ia sebenarnya pandai dan cerdas tapi ia malas belajar, sedangkan saat ujian berlangsung Ia selalu berhasil mencontek jawaban murid yang dianggapnya paling pintar.

Ia melakukannya sejak duduk di kelas 4 SD, dan kelakuannya pun berhasil menjadikannya murid dengan peringkat bertahan di juara 2. Hal itu karena teman sebangkunya sangat pintar dan bisa diandalkan selama ini. Namun, saat berada di kelas 6 teman sebangkunya meninggal karena kecelakaan, kemudian sekarang tempat duduknya bersama si Tomi yang disarankan oleh Pak Guru. Majun tau kalua Tomi tidak terlalu pintar dalam mata pelajaran, karena ia ahli di bidang olahraga.

Kini saat ujian sedang berlangsung, tempat duduk selama ujian harus dipisah, dan tiap orang diharuskan menduduki satu bangku sendirian. Majun menjadi semakin kesulitan apalagi teman sebangkunya yang duduk di bangku belakang tidak bisa diandalkan. Namun, Majun juga sadar bahwa waktu hampir habis, Ia pun semakin bingung dan geliah, karena tidak bisa menjawab satu soal pun dengan kemampuannya sendiri semua yang diisinya berdasarkan jawaban milik temannya.

Saat Majun berhasil mencontek lembar jawaban Pepeb, ia sangat senang. Sementara itu Pepeb hanya membiarkan si Majun karena tidak sadar sedang dicontek.

Tina : (Tiba-tiba Tina menolehkan kepalanya ke belakang pada Pepeb, lalu berbisik) Sssttt! Peb, Peb! Awas lembar jawabanmu dicontek sama si Majun tuh, jangan dibiarin dong!”

Pepeb : (sedikit kaget dan spontan melihat ke arah si Majun, sementara si Majun segera memalingkan muka darinya. Tapi si Pepeb masih terlihat bengong karena bingung tentang apa yang baru saja terjadi)

Tingkah laku Pepeb yang diam saja sambal sedikit melongo membuat Pak Guru curiga dan menegurnya.

Pak Guru : Pepeb! Kamu kenapa sedang bengong? Jawabannya sudah terisi semua? (Sambil berjalan menuju ke tempat duduk si Pepeb)

Pepeb : (agak terkejut, kemudian menjawab pertanyaan Pak Guru dengan sedikit gagap) Ah, iya pak, sudah, pak! (seluruh kelas pun makin terkejut karena Pepeb satu-satunya murid yang telah selesai mengerjakan soal ujian yang dianggap paling susah. Demikan juga dengan Majun, Ia justru semakin kebingunan dan tidak menyangka bahwa Pepeb selesai begitu cepat.

Pepeb : (berdiri sambil membawa lembar jawaban ujian beserta soal ke depan di meja guru, kemudian Ia mengambil tas merah mudanya di samping meja guru. Ia memasukkan pensil beserta penghapusnya ke dalam tas, lalu sekaligus berpamitan untuk pulang kepada Pak Guru)

Majun : Waduh gimana ini! (Majun gelagapan sambal menoleh ke samping dan ke belakang. Kemudian dilihatnya lembar jawaban Tomi terbuka lebar dan bisa dilihatnya) Kenapa harus Tomi, sih. Kalo gini aku nggak bisa masuk peringkat tiga besar, nih. (Ia kembali menghadap ke bangkunya sendiri, karena masih ragu untuk menyontek si Tomi. Jawaban Majun yang masih kosong berjumlah 9 nomor, berkali-kali dipandangnya lembar jawaban itu sambil memegang kepala dengan raut muka cemas.)

Tina : Duluan ya, Jun! (Ia tersenyum sambil berdiri membawa soal beserta lembar jawabannya, sedangkan Majun hanya meliriknya dengan pandangan sinis)

Tomi : Yeah, hampir selesai, sip dah! (Ia sangat bersemangat melingkari lembar jawaban yang kurang 2 nomor lagi)

Majun mendengar gumaman si Tomi, kemudian tanpa berpikir panjang lagi Ia mencuri kesempatan untuk menoleh ke belakang tanpa sepengetahuan si Tomi.

Majun : (sibuk melingkari jawaban dengan cepat karena waktu tinggal 5 menit lagi) Syukurlah, hampir penuh! (gumam si Majun, kemudian Ia mengarang jawaban dua nomor terakhir karena tidak bisa membpercayai jawab si Tomi sepenuhnya).

Hari pembagian nilai ujian pun tiba, semua murid tidak sabar untuk melihat hasil perjuangan mereka untuk ujian ini. Sementara si Majun justru memasang muka murung dan pasrah, Ia merasa bahwa ujian kali ini benar-benar kacau, tidak hanya di satu mata pelajaran saja, tetapi hampir di semua mata pelajaran. Ia ingin segera pulang ke rumah tanpa mengetahui hasil ujiannya.

Beberapa saat kemudian Pak Guru memanggil nama masing-masing murid beserta nilai yang didapatkan oleh mereka.

Pak Guru : Tina Setiowati, mendapatkan nilai 85 (diiringi tepuk tangan meriah), Tomi Stianto Kurniawan 80 (tepuk tangan semakin meriah karena Tomi jarang mendapatkan nilai di atas batas minimal kelulusan), Pepeb Puspita Prapti 95 (makin meriah, wajah si Pepeb pun sangat senang dan ceria mendengar hasil ujiannya),

Majun Mauri (pak guru diam sejenak) 50, (kemudian suasana kelas menjadi hening seketika)

Majun : (maju sambil menundukkan kepala)

Pak Guru : Majun! Kamu kenapa? Kok bisa nilaimu jadi anjlok begini?

Majun : Tidak tahu, Pak (Dalam hati si Majun sangat menyesali perbuatannya dan berjanji untuk belajar dengan keras pada tahap selanjutnya).

baca: Contoh Teks Eksemplum

2. Contoh Naskah Drama Dongeng 3 Orang

 

contoh naskah drama cerita dongeng
contoh naskah drama

Anak-anak yang masih berusia di bawah sepuluh tahun tentu menyukai drama yang bergenre dongeng, fantasi, atau cerita khayalan lainnya, yang paling terkenal meniru dari kisah yang diciptakan oleh Disney, seperti Cinderella, Snow White, dan yang lainnya. Berikut contoh naskah drama dongeng singkat yang bisa dimainkan untuk anak-anak.

Tema : Dongeng dan Khayalan
Judul : Putri dan Sahabatnya Kelinci
Tokoh Utama : Tuan Putri, Kelinci, dan Ibu Peri
Deskripsi Karakter
Tuan Putri : Ceria, cantik, baik hati, dan tidak sombong
Kelinci : Setia
Ibu Peri : Penolong, pemilik kekuatan sihir terhebat

Di suatu desa yang indah, di tengahnya berdiri sebuah kerajaan megah, hiduplah seorang putri yang cantik. Ia masih berumur 9 tahun, sering bermain di taman belakang kamarnya sendirian. Suatu hari Ia tidak sengaja menemukan seekor kelinci di taman. Jalannya pincang, ternyata kaki si kelinci tertusuk duri tajam. Tidak tega melihat kelinci kecil dan lucu itu kesakitan, tuan putri kemudian mencabut duri dari kakinya.

Putri : Aduh, kamu kasian sekali tuan kelinci! (melihat bagian kaki, kemudian mengambil duri yang tersangkut di kakinya) Nah, ternyata ini yang membuatmu kesakitan, tuan kelinci! Dasar duri jahat, pergi sana jangan sakiti tuan kelinci (sambil tersenyum, tuan putri menggendong anak kelinci ke dalam istana)

Si kelinci kemudian tinggal bersama putri hingga dewasa, mereka selalu bermain bersama keluar istana. Hingga suatu saat terdapat sebuah acara pertunjukan di desa yang membuat putri ingin melihatnya. Ia pun pergi ditemani dengan si kelinci tanpa pengawal.

Putri : (menaikkan tudung kepalanya sambil berjalan keluar istana)Ayo tuan kelinci.

Kelinci : (melompat sedikit lebih cepat mengikuti langkah kaki tuan putri).

Di tengah perjalanan tiba-tiba putri diculik oleh kawanan penjahat, dan segera dimasukkan ke dalam kereta berkuda yang larinya cukup cepat. Tidak kehabisan akal, si kelinci melompat masuk dengan cepat ke dalam kereta itu.

Di suatu tempat yang gelap putri dikurung di dalam sebuah sel, matanya ditutup beserta mulutnya, sementara si kelinci berhasil menyembunyikan diri dari kawanan penjahat. Kelinci itu berhasil menemukan putri tapi Ia kehilangan akal untuk membebaskan putri dan melawan kawanan penjahat itu. Si kelinci pun menangis dan meminta pertolongan agar bisa mencari cara membebaskan sang putri.

Tiba-tiba di dalam sel yang gelap muncul cahaya terang yang sinarnya makin membesar, si kelinci pun silau karena sinarnya tersebut.

Ibu Peri : (muncul sambil mengacungkan tongkat dan tersenyum pada si kelinci) Pangeran, kamu telah menjadi sahabat tuan putri dengan setia menemaninya sejak kecil. Kini kutukanmu kubebaskan (terdapat bunyi suara “cling”).

Si kelinci yang sudah tumbuh besar tubuhnya dikelilingi sinar seluruhnya, kemudian berubah menjadi pangeran gagah yang sangat tampan.
Ibu Peri : Selamatkan tuan putri, pangeran! Waktumu hanya 2 jam, jika lebih dari itu maka tubuhmu berubah menjadi seekor kelinci kembali (ibu peri pun menghilang seketika).

Pangeran segera berlari ke lokasi sel tuan putri, kemudian meebut pedang penjaganya dan mengalahkannya dengan gerakan cepat. Ia berhasil membuka sel tuan putri dan melepaskan ikatannya. Setelah membuka penutup mulut dan matanya, sang putri pun terkejut melihat seorang pangeran tampan di depannya.

Pangeran : Ayo kita pergi, Putri! Cepat, ayo lari (sambil menggenggam tangan putrid an mengajaknya keluar sel serta ruangan gelap yang tidak mereka kenal).

Putri : (tiba-tiba menghentikan langkahnya saat mencapai batas ruangan terluar) Tunggu! Di mana perginya tuan kelinciku? (membalikkan badan, namun segera dicegah oleh pangeran)

Pangeran : (memegang pundak tuan Putri) Putri, aku ini kelincimu yang selama ini menemanimu. Sebenarnya aku adalah seorang pangeran yang dikutuk. Waktu kita singkat, ayo kita segeri meninggalkan tempat ini terlebih dulu (kembali menarik lengan putrid an mengajaknya berlari kencang hingga sampai ke istana)

Di istana semua orang telah menunggu putri dengan cemas. Saat putri dan pangeran tiba di istana semua terkejut sekaligus senang melihat kehadiran putri yang baik-baik saja. Melihat hal itu, Raja mendatangi sang putri dan pangeran. Raja percaya bahwa si pangeran adalah penyelamat anaknya, kemudian secara mendadak Raja mengumumkan berita untuk acara pernikahan Putri dengan Pangeran. Mereka pun akhirnya saling mengenal dan berbagi cerita seperti di masa kecilnya.

3. Contoh Naskah Drama Cerita Rakyat 7 Orang

contoh naskah drama cerita rakyat
contoh naskah drama

Legenda Keong Mas

Tokoh :

  1. Raja Daha
  2. Dewi Galuh Candra Kirana (Kirana)
  3. Galuh Ajeng ( Ajeng)
  4. Penyihir
  5. Nenek dari Desa Dadapan
  6. Raden Inu Kertapati
  7. Narator

ADEGAN 1

Di Istana Kerajaan Daha , hiduplah seorang Raja bernama Raja Daha bersama dua putrinya yang cantik jelita. Putrinya yang bernama Dewi Galuh Candra Kirana adalah seorang perempuan yang ramah dan cantik. Dia akan dinikahkan dengan pangeran dari kerajaan kahuripan, Raden Inu kertapati.

Raja Daha : “ Putriku, kemarilah!”
( Memanggil kedua putrinya)
Kirana : ( Menghampiri)
“ Ada apa, pa?”
Ajeng : ( Datang menyusul di belakang Kirana)
“ Apakah Papa juga memanggilku?”
Raja Daha : “ Iya, putriku. Ada yang ingin Papa sampaikan pada kalian berdua. Besok, Raden Inu Kertapati dari kerajaan Kahuripan akan datang kemari.”
Ajeng : “ Lalu kenapa? Apa hubungannya sama kami, pa?”
Raja Daha : “ Papa sudah membuat perjanjian dengan Ayahnya, bahwa Papa akan menikahkan salah satu putri Papa dengan Raden Inu.”
Ajeng : ( Berbinar senang)
“ Siapa diantara kami yang akan dinikahkan dengan Raden Inu, Pa?”
Raja Daha : “ Kami sudah sepakat untuk menikahkan Candra Kirana dengan Raden Inu.”
Kirana : ( Tersenyum gembira dan memeluk Raja Daha)
“ Thank you so much, Papa…Aku sangat bahagia sekali. Pernikahan ini adalah impianku sejak kecil….”
Raja Daha : “ Benarkah putriku? Kalau begitu memang tidak salah, Papa memilihmu sebagai calon isteri Raden Inu. Ayo, kita persiapkan segala sesuatunya untuk menyambut kedatangan Raden Inu besok.”

Raja Daha dan Candra Kirana meninggalkan ruangan yang kini hanya dihuni oleh Galuh Ajeng . Meskipun Candra Kirana dan Ayahnya bahagia dengan pernikahan ini, ternyata Galuh Ajeng mempunya pendapat yang berbeda. Dia merasa marah dan kecewa.

Ajeng : “ Aku tidak setuju mengenai pernikahan ini! Kenapa harus Kirana yang dipilih dan bukan aku!? Padahal secara nyata jelas aku yang lebih cantik dari dia!! Huh, ini tidak adil! Hanya aku satu-satunya yang menjadi isteri Raden Inu!! Hanya aku, bukan Kirana! Sekarang apa yang harus kulakukan?”
( Berpikir keras sembari mondar-mandir)
“ AHA! Aku punya Ide yang cemerlang!”

ADEGAN 2

Galuh Ajeng yang membuat sebuah rencana buruk untuk Kirana segera pergi ke dalam hutan untuk menemui seorang penyihir.
Ajeng : “ Permisi!! Apa ada orang di sini!??”
Penyihir : “ Oh, yes! Silahkan masuk gadis cantik, kemarilah…”
Ajeng : “ Hm, aku membutuhkan bantuanmu! Tolong bantu aku!”
Penyihir : “ Kamu ingin aku melakukan apa?”
Ajeng : “ Aku ingin pernikahan Kirana dengan Raden Inu dibatalkan!!”
Penyihir : ( Manggut-manggut)
“ Oh..ya..ya…ya aku mengerti maksudmu. Lalu kamu ingin aku melakukan apa untuk Kirana? Mengutuknya?? Kutukan apa yang kamu inginkan? Berupa racun mematikan atau aku mengutuknya terkena tetanus!!?”
Ajeng : “ Semuanya aku serahkan padamu! Yang jelas aku ingin Kirana menderita!!”
Penyihir : “ Ok, aku akan mengutuk Candra Kirana sehingga dia tidak dapat menikah dengan Raden Inu!!”
Ajeng : ( Tersenyum senang)
“ Terimakasih atas bantuanmu, senang bekerja sama dengan penyihir sepertimu! Ini uang sebagai upah awal untukmu. Nanti kalau kutukanmu berhasil, aku akan memberikan lebih banyak lagi!!”
Penyihir : ( Menerima uang itu)
“ Tentu saja! Sekarang aku akan mempersiapkan kutukan untuknya…”
( Masuk ke dalam)
Ajeng : “ Akan kutunggu kabar darimu, penyihir!! Sampai jumpa!!”
( melambaikan tangan dan berbicara sendiri dengan sinisnya)
“ Hahhaahaha…..Candra Kirana, saudaraku yang malang!! Sungguh kasihan sekali dirimu! Hahahaha!!!”
Adegan 3

Setelah meminta bantuan pada penyihir, Galuh Ajeng kembali ke Istana dan ingin bertemu Raja Daha.

Ajeng : “ Papa…papa…papa dimana? Ada yang ingin aku bicarakan!!”
Papa : “ Ada apa putriku?”
Ajeng : “ Ini tentang Candra Kirana, Papa.”
( Pura-pura panik)
Raja Daha : “ Ada apa dengannya?”
Ajeng : “ Dia…dia ternyata selama ini menjalin hubungan dekat dengan salah satu pengawal kita, Pa…! Ini, aku menemukan surat cinta yang ditulis oleh Kirana untuk pengawal itu di kamarnya!”
Raja Daha : ( Membaca surat itu dan murka)
“ APA!? Dasar gadis nakal, anak tak tahu diri! Sudah mau menikah malah bercinta sama pengawal kurang ajar itu!”
Ajeng : “ Papa, sabar pa…sabar…” ( Menenangkan dan diam-diam dia tersenyum sinis)
Raja Daha : “ Kirana!! Kirana!!!”
Kirana : “ Ada apa , Pa?”
Raja Daha : “ Ada apa, kamu bilang!? Baca ini!!”
( Melempar surat itu ke muka Kirana)
“ Berani sekali kamu, yaa…!!”
Kirana : ( Membaca surat itu dan menggelengkan kepalanya dengan panic)
“ Oh, ini fitnah Papa! Aku tidak pernah melakukannya! Tolong Pa, percaya padaku!”
Raja Daha : “ Cukup!! Keluar kamu dari istana ini! Keluar!! Kamu dengan pengawal brengsek itu, keluar!!!”
Kirana : ( Menangis)
“ Tapi, Pa…”
Raja Daha : “ KELUAR!!!”

ADEGAN 4

Candra Kirana merasa sangat sedih dan dia pun meninggalkan istana. Dia pergi ke pantai dan disana dia bertemu si Penyihir.

Penyihir : “ Hwahahahaha!! Halo, Candra Kirana! Apa kabarmu, Hah? Kelihatannya kamu sangat sedih hari ini? Hwahahaha…”
Kirana : “ Siapa kamu? Kenapa kamu sangat buruk rupa?”
Penyihir : “ Diam! Aku ke sini untuk mengutukmu menjadi keong!! Saudara macam mana saudaramu itu hingga dia ingin aku mengutukmu!!? Kamu tahu, dia tidak setuju dengan pernikahanmu! Hwahahaha!!”
Kirana : “ Apa? Galuh Ajeng mau mengutukku?!”
Penyihir : “ Ya iyalah! Masa ya iya dong?? Dasar perempuan bodoh! Terima ini!! ABROKOKOK!! Hwahahaha!!”
Kirana : “ AAAAA!!!!” ( Berubah jadi keong)
Penyihir : “ Hwahahaha!!!! Kamu hanya akan menjadi manusia pada waktu siang hari, tapi bila menjelang malam, kamu akan kembali menjadi keong!! Kutukan ini akan berakhir bila kamu bertemu dengan Raden Inu!! Hwahahaha…Bubye!!!”

ADEGAN 5

Candra Kirana telah dikutuk menjadi keong mas. Dan terdampar begitu saja di pantai Desa Dadapan. Suatu hari, ada seorang Perempuan sedang mencari ikan di pantai. Dia menemukan keong mas itu, dan membawanya pulang.

Mbok Rondo : “ Oh, keong yang sangat cantik!! Aku akan membawanya pulang!”

Setibanya dipondok, Mbok Rondo meletakkan keong itu di tempat yang aman. Lalu dia beristirahat sejenak di kursi.

Mbok Rondo : “ Hufh, sampai jam segini aku belum juga mendapatkan ikan. Aku harus mencari ikan lagi, kalau tidak mendapat ikan, aku mau makan apa?”
( Pergi keluar untuk mencari ikan)
Kirana : “ Loh, kenapa aku bisa di sini? Oh iya, tadi kan ada seorang nenek yang membawaku. Kasihan sekali nenek itu, untuk makan saja dia harus mencari ikan terlebih dahulu. Aku akan membelikan makanan untuknya.”

Dengan uang yang dibawanya dari istana, Kirana membelikan makanan-makanan lezat untuk si Nenek. Makanan itu ditatanya rapi di atas meja. Ketika hari mulai menjelang malam, dan si Nenek belum juga pulang, Kirana harus kembali menjadi keong.

Kirana : “ AAAAA!!!”

Tidak lama kemudian Nenek pulang ke pondok sambil marah-marah.

Nenek : “ Sialan! Hari ini ikan-ikan pada kemana sih? Gara-gara dia aku tidak dapat makanan deh! Mau makan apa hari ini!?”
( Terkejut melihat ada makanan di atas meja)
“ Wow, darimana makanan ini datang?? Kelihatannya lezat sekali!! Siapa yang berbaik hati memberikannya untukku ya? Ya, sudahlah…yang penting sekarang aku makan dulu.”

Keesokan harinya, Kirana kembali menyediakan makanan untuk sang Nenek. Tapi dia tidak tahu kalau hari ini Nenek akan pulang lebih cepat dari biasanya karena lagi-lagi tidak memperoleh ikan.

Kirana : “ Mumpung Nenek belum pulang lebih baik aku segera menyiapkan makanan untuknya…”
( menata makanan di atas meja)
Nenek : ( Pulang dan kaget melihat Kirana)
“ Hah, siapa gadis itu?”
( Bicara sendiri lalu menegur Kirana)
“ Kamu siapa??”
Kirana : ( Menoleh kaget)
“ Aku….aku…aku Candra Kirana.”
Nenek : “Apa? Candra Kirana? Yang benar?”
Kirana : “ Iya, aku Candra Kirana putri Raja Daha.”
Nenek : “ Kalau begitu, kenapa kamu bisa ada di sini?”
Kirana : “ Andalah yang membawaku ke sini. Aku adalah keong mas yang anda temukan kemarin, Nek…”
Nenek : “ Apa? Kamu adalah keong mas itu? Bagaimana bisa?”
Kirana : Aku dikutuk, Nek….oleh seorang penyihir. Kutukan itu atas keinginan saudaraku sendiri yang cemburu padaku.”
Nenek : ( Merasa iba)
“ Kasihan sekali dirimu, Nak…Nenek tidak tahu saudara macam apa saudaramu itu, hingga tega ingin mengutukmu! Tapi namanya manusia kalau sudah cemburu,…apapun dia lakukan! Huh, cemburu memang membingungkan, juga dapat membuat orang menderita. Ya, sudah…sementara kamu boleh tinggal di sini, Nak…”
Kirana : “ Terimakasih, Nek…”

ADEGAN 6

Sementara pada saat itu di kerajaan Kahuripan, Raden Inu yang mendengar kabar tentang Candra Kirana merasa tidak percaya mendengarnya. Dan dia mencoba mencari kebenarannya untuk membela Candra Kirana.

Raden Inu : “ Tidak mungkin Candra Kirana melakukan semua ini! Pasti ada seseorang yang menfitnahnya!! Aku harus mencari tahu siapa orang itu!”
( Keluar dari Istana)
Di tengah perjalanan dia bertemu dengan penyihir.
Penyihir : ( Mengipas-ngipaskan amplop berisi uang)
“ Hwahahaha…gue dapat uang banyak hari ini!! Untung saja gue berhasil menuruti permintaan Galuh Ajeng untuk mengutuk Candra Kirana dan membuatnya batal menikah dengan Raden Inu! Dan kasihan sekali pengawal yang ikut difitnah oleh Galuh Ajeng itu, dia harus rela diusir dari istana karena dituduh bercinta dengan Candra Kirana! Hwahahahaha…”
Raden Inu : “ Apa? Apa kamu bilang? Benarkah yang kamu bilang itu?”
Penyihir : “ Yeee…lo siapa ikut-ikut campur?”
Raden Inu : “ Aku Raden Inu yang kamu maksud tadi. Jadi sebenarnya ini semua ulah Galuh Ajeng?” ( Marah)
Penyihir : “ Wadduh, mampus gue!! Dia sudah dengar semuanya!!”
Raden Inu : “ Kamu ikut aku!!”

ADEGAN 7

Raden Inu yang telah memperoleh kebenaran cerita segera datang ke Istana Daha.

Raden Inu : “ Tuanku, sebenarnya apa yang terjadi pada Candra Kirana? Kenapa anda mengusirnya?”
Raja Daha : “ Saya yakin kamu tidak akan mempercayai berita ini. Dia sudah menghianatimu!”
Raden Inu : “ Tidak! Itu tidak benar, tuanku! Candra Kirana sudah difitnah oleh Galuh Ajeng!”
Raja Daha : “ kenapa kamu bicara gitu? Kamu tahu darimana?”
Raden Inu : ( Membawa penyihir kehadapan Raja Daha)
“ Ini! Ini adalah penyihir yang dibayar oleh Galuh Ajeng untuk mengutuk Candra Kirana. Dan dari penyihir inilah saya tahu bahwa Galuh Ajeng juga yang menfitnah Candra Kirana! Heh, ayo ngaku….” ( Mendesak si penyihir)
Penyihir : “ Iya, itu benar tuanku…”
Raja Daha : ( Murka)
“ GALUH AJENG!!!!”
Ajeng : “ Iya, Papa.Ada apa, kok sampai teriak-teriak gitu? Ajeng kan belum budek.”
( Masuk ruangan dan kaget melihat si penyihir)
“ Loh, kamu?”
Raja Daha : “ Kenapa kaget? Dia temanmu kan? Sekarang Papa sudah tahu semuanya! Kamu sudah menfitnah saudaramu sendiri! Sekarang, kamu pergi dari Istanaku! Pergi!”
( Menunjuk Penyihir)
“ Kecuali kamu!! Kamu boleh tinggal di Istana ini!”
Penyihir : “ Yang benar, tuanku?”
( Gembira)
Raja Daha : “ Iya! Tapi tinggal di penjara Istanaku! Selamanya!”
Ajeng : (Bersimpuh di kaki Raja Daha)
“ Pa, maafkan Ajeng Pa…Ajeng ngaku salah. Jangan usir Ajeng…..”
Raja Daha : “ Lenyaplah dari sini! Jangan pernah tunjukkan wajahmu itu di wilayah kerajaanku!! Raden Inu, tolong bawa mereka berdua!!”
Raden Inu : “ Baik, tuanku.”

ADEGAN 8

Setelah itu Raden Inu mengembara mencari Candra Kirana. Hingga akhirnya dia tiba di suatu Desa dan dia menemukan sebuah pondok.

Raden Inu : “ Ah,…di sana ada pondok! Mungkin aku bisa numpang istirahat di sana untuk sementara waktu dan setidaknya aku mendapat seteguk air. Aku merasa lelah sekali setelah berjalan sejauh ini.”
( Menghampiri pondok itu)
“ Permisi!!…”
Kirana : “ Iya, sebentar…”
( membuka pintu)
Raden Inu : “ Loh, kamu….Candra Kirana?”
Kirana ; “ Raden Inu? Kenapa bisa ada di sini?”
Raden Inu : “ Itu tidak penting. Yang jelas aku gembira karena sudah menemukanmu. Berhari-hari aku mencarimu. Ayo, pulang…Kebenaran sudah terungkap. Ayahmu sudah menunggu, dia tidak sabar ingin bertemu denganmu.”
Kirana : “ Terimakasih banyak, karena kamu sudah menyelamatkanku.”
Nenek : “ Siapa, Kirana?”
Kirana : “ Oh, Nenek…kenalkan ini adalah Raden Inu yang Kirana ceritakan waktu itu. Dia menjemput Kirana untuk pulang. Tapi, Kirana tidak tega meninggalkan Nenek sendirian.”
Nenek : “ Tidak apa-apa, Kirana. Kamu pulanglah, pasti kamu merindukan keluargamu.”
Raden Inu : “ Begini saja, Nenek akan kita bawa ke Istana dan hidup bersama kita bila kita nanti menikah. Nenek, ayo kita pergi ke Kerajaan Daha.”

Mereka bertiga kembali ke Istana kerajaan Daha. Tidak lama kemudian, Raden Inu dan Candra Kirana menikah dan hidup bahagia untuk selamanya.

4. Contoh Naskah Drama Komedi 5 Orang

contoh naskah drama komedi
contoh naskah drama komedi

Preman Negeri Sampah

Terdapat suatu negeri yang terdiri dari 10% oksigen dan 80 % sampah, juga 10% bahan lainnya, negeri itu dikenal dengan sebutan negeri sampah. Sampah mendonimasi sebagian besar negeri itu, jalan terhias sampah, bukit dari sampah, dan minuman dari air. Karena keadaanya yang sangat amat teramat mengenaskan, alhasil banyak orang yang menganggur disana. Pada suatu ketika, terdapat 2 ekor preman yang bernama Jeremy dan Joko yang sedang dilanda masalah. Apa masalahnya dan apa yang akan mereka lakukan? Kita langsung saja ke KTP!

Jeremy : “Jok, udah 1 minggu kita ga dapet penghasilan nih,”
Joko :”Kita nyari kerjaan sampingan gimana?”
Jeremy :”Boleh juga tuh. Apaan kerja sampinganya?”
Joko :”Kita udahan dulu jadi preman, kita cari pekerjaan yang lebih mulia, yang lebih barokah, yang bisa ngebahagiain orang tua, kita jadi tukang palak aja gimana?”
Jeremy :”Ya, sama aja,”
Joko :”Jadi pencuri,”
Jeremy :”Sama aja,”
Joko :”Jadi penculik?”
Jeremy :”Nah, itu baru pekerjaan laki sejati,”
Joko :”Oke. Korban pertama, lu yang cari,”
Jeremy :”Sip. Bisa diatur, nomi piro,”
Joko :”Kan nanti kita dapet duit,”
Jeremy :”Okeh,” (pergi)

Setelah 1 jam 42 menit 1,867 detik. Akhirnya Jeremy datang kembali.
Joko :”Lho, kok datang sendiri?”
Jeremy :”Gue gagal, hampir aja digebukin,”
Joko :”Kenapa bisa gagal?”
Jeremy :”Tdi gue udah ngebidiknih. Wah kayaknya ini anak orang kayaknih, tapi dia sama bapaknya, jadi gue tunggu sampai bapaknya pergi’kan. Gue udah nunggu lamaaaa banget. Akhirnya gue samperin tuh bapak-bapak. Terus gue bilang ‘Pak, boleh ga minggir sebentar, saya mau colik anak bapak’ gue udah bilang baik-baik malah mau dipukul!”
Joko :”Ya, iyalah. Lu jangan bilang mau nyulik dong,”
Jeremy :”Ya mending gue terus teranglah, daripada gue pura-pura jadi orang baik kayak orang digedung-gedung gede itu,”
Joko :”Tapi kenapa ga langsung culik aja, langsung bet culik, udah selesai,”
Jeremy :”Tadi gue udah kayak gitu, eh malah bapaknya yang keambil,”
Joko :”Ada-ada aja, udah pergi cari mangsa lagi,”
Jeremy :”Oke,”

Beberapa detik kemudian datanglah orang lewat, setelah itu barulah Jeremy datang dengan seorang perempuan yang dibilang cantik ga, dibilang jelek iya *plak. Maksudnya cantik banget.
Jeremy :”Ini bro,”
Joko :”Bagus. Siapa namanya?”
Susanti :”Susanti om,”
Jeremy :”Jangan panggil om, panggil aja mba, maksudnya mas,”
Joko :”Kamu anak orang kayak’kan?”
Susanti :”Lho kok tahu?”
Joko :”Keliatan dari lantainya. Nomor-nomor,”
Susanti :”Nomor apa?”
Joko :”Nomor sepatu, ya nomor telepone bapak kamu’lah. Jer, jer, siap-siap nelpon”
Jeremy :”Oke,” (ngambil hp)
Susanti :”08123456789,”
Jeremy :”Wih, nomornya nomor ganteng. Oke,” (menempelkan hp di telinga)
Jeremy :”Halo assalammu’alaikum. Passwordnya?”
Joko :”Ga pake password otak udang rebus. Sini sama gue,” (ngambil hp)
Joko :”Ini cara makenya gimana, ya?”
Jeremy :”Tinggal ngomong aja otak-otak,”
Joko :”Halo! Benar ini dengan bapaknya Susanti? Bapak sehat pa? Jadi gini pak, kebetulan anak bapak kami sandra, dan kami minta tebusannya. Tebusanya ga besar, Cuma 500 juta aja kok pa,”
Jeremy :”Kegedean” (mukul punggung Joko)
Jeremy :”Nanti makenya gimana?”
Joko :”Jadi berapanih?”
Jeremy :”Gue juga ga tahu. Kita tanya harga pasarannya aja gimana?”
Joko :”Boleh juga tuh, harga pasarannya berapa neng?”
Susanti :”Kok nanya ke saya, tanya ke yang lain dong,”
Jeremy :”Pak pak pak. Sini sebentar pak,” (manggil satpam)
Satpam :”Ada apa mas?”
Jeremy :”Harga pasaran penculikan berapa ya pak? 500 juta dapet ga pak?”
Satpam :”Nah ininih! ini bahayanih, ini ga benernih, lu itu jangan sembarangan ngasih harga, jangan sampai menjatuhkan harga pasar. Lo pikirin, lu kesini pake duit, makan pake duit, nelpon pake duit, belom lagi keluarga lu dirumah ngurusnya pake duit, sekarang ini harga-harga semuanya naik, keculi penghasilan rakyat. Coba sebutin tadi harganya berapa?”
Joko :”500 juta,”
Satpam :”Beeeuuh. Gocap aja cukup. Lu pikirin, kalo lo ketangkep terus digebukin nambah lagi biaya rumah sakit. Orang-orang di gedung itu kerjanya cuma nanda tangan sama tidur aja gajinya gede,”
Joko :”Okelah. Makasih pak,”
Satpam :”Semoga sukses, ya,” (salaman) (pergi)
Joko :”Jadi harganya gocap pak,”
Susanti :”Yaelah, masa harga gue gocap, naikin dikit dong,”
Joko :”Ini udah harga mati,”
Susanti :”200 juta aja gimana,”
Jeremy :’Boleh juga’tuh,”
Joko :”Terus buat apa kita nanya ke orang tadi? Tapi ga papalah. 200 jutanih, dil ya pak? Oke,”
Jeremy :”Gimana?”
Joko :”Tinggal nunggu hasil,”
Jeremy :”Tapi, itu orang punya duit sampe 200 juta ga yah? Ntar dia minjem dulu, terus jadi lama kita nunggunya,”
Joko :”Bener juga’sih, tapi udah terlanjut, jadi gapapalah,”

Setelah 1,57 detik menunggu, akhirnya ayah Susanti pun datang dengan sejumlah uang.
Bapak :”Nih!” (ngasih uang”
Joko :”Eits! Bentar dulu pak, bapak dapet uang ini dari mana? Masa cepet banget dapet uangnya. Jangan-jangan bapak koruptor ya. Jangan-jangan ini uang haramnih, maaf pak, uang haram kami ga nerima,”
Bapak :”Enak aja uang haram! saya dapat uang ini dari sampah!”
Jeremy :”Lho, kok bisa?”
Bapak :”Ya saya daur ulang sampah, lalu jual, dapet uang deh,”
Jeremy :”Kalo sampah masyarakat bisa didaur ulang pak?”
Bapak :”Bisa dong,”
Jeremy :”Kalau wajah saja?”
Bapak :”Itu sudah permanen, ga bisa diubah,”
Joko :”Berarti beloh dong kami kerja di tempat bapak?”
Bapak :”Kalian jadi preman gara-gara ga ada lapangan kerjakan? Kalo gitu mulai sekarang kalian kerja sama saya,”
Joko :”Siap pak,

Akhirnya Jeremy dan Joko bekerja dengan bapak Susanti. Sampah menjadi berkurang, begitu juga dengan sampah masyarakat.

5. Contoh Naskah Drama Persahabatan Pendek 6 Orang

contoh naskah drama persahabatan
contoh naskah drama

Dilema Sebuah Persahabatan

Pemain:

  1. Ibu Husna
  2. Mpok Wati
  3. Uni Lita
  4. Cik Yeyen
  5. Ibu Sri
  6. Ibu Besta

Keenam orang tersebut telah bersahabat sejak mereka duduk di bangku kuliah hingga sekarang setelah mereka memiliki cucu dan tinggal di kota yang berbeda. Hingga suatu hari mereka berkesempatan untuk berkumpul dalam rangka pesta ulang tahun Cik Yeyen.

Ibu Husna: senang sekali aku bisa kumpul kembali dengan kalian semua

Mpok Wati: iya. kangen sekali rasanya..pengen curhat – curhat seperti dulu lagi
Ibu Sri: met ultah ya Yen..semoga selalu sehat..panjang umur dan semua doa – doa yang terbaik buat kamu
(kemudian satu persatu memberikan ucapan selamat sambil mencium pipi kana kiri)

Ibu Besta: kapan hari aku ketemu dengan Risma. Dia cerita banyak tentang kehidupannya sekarang.
(Risma adalah saudara sepupu Ibu Besta yang terlibat urusan bisnis dengan Hasan, anak Ibu Husna)

Ibu Husna: (terlihat tidak suka), cerita apa saja dia?

Ibu Besta: dia sedang mengurus sengketa tanah dengan Hasan. Laporannya di Polisi sudah P21 jadi sudah siap dimeja hijaukan

Mpok Wati: lho, ada masalah apa mereka berdua?

Uni Lita: sekilas siy aku dengar Risma membeli tanah dari Hasan tapi ternyata sertifikatnya palsu

Ibu Husna: itu kan cerita versi Risma, kalian semua juga harus mendengarkan apa yang terjadi versi Hasan. Bahwa yang terjadi sebenarnya adalah sebaliknya. ——
Risma yang menipu Hasan

Cik yeyen: walah walah..

Mpok Wati: trus kenapa masalahnya berlarut – larut ndak segera selesai?

Ibu Sri: bisa ngga mereka menyelesaikan masalah ini dengan cara kekeluargaan?

Ibu Besta: entahlah aku sendiri juga ndak tau

Ibu Husna: (dengan nada tinggi dan siap-siap meninggalkan meja) lihat saja nanti, Hasan pasti bisa menjebloskan Risma ke penjara

Ibu Besta: (dengan nada tinggi juga) enak saja, memangnya siapa yang salah kok mau menjebloskan Risma ke penjara. Lihat siapa yang lebih kuat nanti

Cik yeyen: eits..this is my party ladies..jangan bertengkar disini

Mpok Wati: malu tuh dilihat orang..sudah tua masih berantem saja

Uni Lita: sudahlah..apapun yang terjadi masalah itu kan diluar kalian berdua. Mereka menjalani bisnis berdua juga bukan karena kalian. Bukan kalina juga yang mengenalkan

Ibu Sri: biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri. Toh mereka sudah sama – sama dewasa

Cik yeyen: mosok gara-gara mereka bisa merusak persahabatan kita yang sudah terjalin lama

Mpok Wati: sudah, ayo saling memaafkan..aku ngga mau persahabatan kita ngga utuh lagi

Ibu Besta: maafkan aku ya

Ibu Husna: iya, aku juga minta maaf

Cik yeyen: naah gitu kan enak dilihat..

6. Contoh Naskah Drama Musikal Singkat

contoh naskah drama musikal
contoh naskah drama

Kegiatan Pramuka

kegiatan pramuka malam itu terlihat menyenangan. Mereka bernyanyi bersuka ria. hingga beberapa makhluk bumi ikut bergabung.

Edi:“hello brayy…”

Hendri:“wahai teman-temanku yang budiman. Bukan budi lho ya!”

Della:“kita kedatangan anggota baru nie”

Edi:“wih…siapa tuh!”

Della:“sini-sini mari bergabung bersama kami.”

Edi:“jangan takut,aku manusia kok. Entah yang lainnya?”

Hendri:“apa maksudmu?kamu mau bilang kalau kamu doank manusia hah?dasar kucing garong.”

Della:“sudah-sudah,kalian ini bertengkar terus. Malu tau sama anggota baru.”

Hendri:“ayo,perkenalan dulu”

Citra:“hai teman-teman ,saya dari saka Bhayangkara. perkenalkan nama saya Citra,nama panggilan citra,kepanjangan citraaaaaa….senang bertemu kalian”(dengan nada cepat.

Krik…krik…krik..

“hai citra…”serempak.

Della:”oke, Citra. Silahkan duduk bersama dengan anggota lainnya. “

Hendri:”oke, hari ini kita akan kemah disini. Jadi persiapkan semuanya sebaik mungkin. “

“siap, “dengan serempak.

Mereka semua sibuk menyiapkan persiapan kemah. Sedang Citra seorang anggota baru juga ikut menyibukkan diri. Ia membawa beberapa potong kayu untuk dijadikan api unggun nanti. Saat Citra sedang melangkah, tiba-tiba ada seseorang ada disampingya.

Gilang:”bisa gue bantu? “

Citra:”tak usah, aku bisa kok. “

Gilang:”ah… Tak apa, gue ikhlas kok. “

Gilang berusaha mengambil kayu-kayu yang dibawa Citra. Pandangan mereka pun bertemu.

(song:pandangan pertama)

Gilang:”ah… Maaf-maaf. Mata gue ini memang nakal. “cengengesan.

“emb… Kenalkan gue Gilang. “sembari mengulurkan tangan.

Citra masih terpaku dengan uluran tangan Gilang.

Gilang:”kenapa? Tangan gue gak ada kotoran sapi kok! Dijamin bersih”sambil tersenyum.

Citra:”iya salam kenal, tapi aku tak bisa menyambut tanganmu. Tanganku masih menggendong kayu. “

Gilang:”oh… Iya mungkin gue lupa ingatan sebentar. “

Saat kegiatan api unggun.

Edi:“hei, citra”

Citra:“iya,apa?”

Edi:”kamu sedang apa?”

Citra:”nunggu hujan uang”

Edi:“oooo… aku mau ngomong sesuatu”

Citra:“apa?”

Edi:“emb… Di dalam pramuka kita mengenal yang namanya Dasa Dharma yaitu sepuluh kebajikan yang menjadi pedoman bagi pramuka dalam bertingkah laku sehari-hari. Tapi kali ini aku akan mengikrarkan Dasa Asmara. Joko,ikrarkan Dasa Asmara”

Joko:“siap,laksanakan!

DASA ASMARA, tacipaparerahedibesu.

TA-tanamkan setia dalam jiwa

Ci-ciptakan hal terindah dalam kisah

PA-patuh pada calon mertua

PA-pastikan kamu selalu bahagia

RE-rela berkorban dan berjuang walau banyak saingan

RA-ramah dan tamah

HE-hemat pengeluaran

DI-disiplin berbelanja

BE-benci dikhianati

Lapor!Dasa Asmara selesai diikrarkan!”

Citra:“loh?kok cuman 9?mana yang ke-10?”

Edi:“tacipaparerahedibesu. SU-sudikah kau menerima cintaku?”

Citra:“mmmm…sebenarnya,aku punya perasaan padamu”

Edi:“benarkah?perasaan apa?”

Citra:“perasaan…ingin menendangmu jauh dari sini”

Edi:“apa?!!tega sekali kamu Citra. Taukah sakit…sakitnya tuh disini”

(song:sakitnya tuh disini)

Gilang:”hei… Guys. Gue lagi pusing nie! “

Joni:”ente pusing? Minum oskadon, oskadon pancen oye”

Dandi:”heh… Loe itu! Temannya lagi susah kok malah bercanda sih! “

Joni:”ya, apa salah ane? “

Dandi:”banyak benget sampek gak bisa di itung”

Joni:”iya-iya ane ini emang kaya dosa”

Dandi:”nah tu tau! “

Gilang:”udah donk guys, gue lagi galau nie! “

Tiba-tiba gerombolang menghampiri ketiga mahluk itu.

Della:”galau? Kayak judul lagu aja! “

(song:galau)

Dandi:”udah-udah, ganggu aja dech! Pergi sana… Hush! “

Della:”dasar tikus got”

Gerombolan itu pun pergi.

Joni:”btw, nape ente galau? “

Gilang:”sebenarnya gue suka…

Dandi:”OMg, jangan bilang kalau loe suka sama Joni, dia tuh dah jelek, bau, kaya dosa. “

Joni:”heh, walau ente jelek-jelekin ane. Inget ane temen ente!”

Dandi:”kok, bisa-bisanya aku punya temen kayak loe ya! “

Joni:”jahat”

Gilang:”gue suka sama Citra guys”

Dandi&Joni:”apa?! “

Gilang:”gimana nih guys? “

Dandi:”gue punya rencana nih”

Gilang:”apa? “

Dandi:”besok loe akan tau sendiri. “

Keesokan harinya.

Dandi:”woro-woro, semuanya harap berkumpul. “

Gilang:”nanti yang aku tunjuk maju kedepan ya! “

Gilang pun menunjuk Citra. Citrapun akhirnya maju kedepan.

Citra:”ada apa,lang?”

(song: percaya padaku)

Gilang:”maukah kau menerima perasaanku”

Citra:(mengangguk pelan)

“Cie….” serentak.

Edi:”apa-apaan ini rame-rame, kayak antri sembako! “

Gilang:”loe kenapa sih, di? “

Edi:”he, denger ya! Kamu itu cuma idup ngambang terus dilautan. kamu itu gak ada apa-apanya sama aku. “Menunjuk-nunjuk Gilang.

Edi:”kamu Della, kalau aku boleh jujur. Aku kasihan sama kamu,yang cuma ngurusin orang-orang sakit. Jangan-jangan kamu diam-diam menyebarkan virus.!”

Edi:”kamu juga Hendri, semua orang bisa kali kalau cuma nanem pohon, padi, hal-hal yang berbau pertanian. “

Gilang:”Edi!!! Stop!! “

(song : stop)

Gilang:”tak sepantasnya loe ngomong gitu,di!saka adalah wadah pendidikan guna menyalurkanan minat, mengembangkan bakat dan pengalaman para pramuka dalam berbagai ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Iya gue tau loe dari saka bhayangkara, saka terbesar dan berkembang di Indonesia. Tapi semua saka memiliki ketrampilan dibidang yang berbeda, dan semua saka masih dilingkup pramuka. Kita hadir untuk saling melengkapi,bukan menyakiti. “.

Edi:”maaf, aku khilaf. Aku dibutakan oleh cinta dan api cemburu. Yang tak menyadarkanku bahwa kita satu. “

Gilang:”tak apa, Edi. Kami memaafkanmu. “

Citra:”setidaknya kita masih berteman. “

Edi:”iya terima kasih. “

contoh naskah drama dan pementasannya
contoh naskah drama

***

Itu dia penjelasan dan contoh naskah drama yang bisa Anda jadikan referensi. Semoga bermanfaat, terimakasih.

Bagikan:

Leave a Comment