22+ Contoh Majas, Perbandingan, Pertentangan, Sindiran, Penegasan Dan Macamnya

Contoh majas, jenis dan macam majas beserta penjelasannya. Kebanyakan orang masih belum mengerti atau bahkan tidak mengerti sama sekali dengan jelas apa yang dimaksud dengan majas. Majas merupakan salah satu unsur yang harus ada dalam menuliskan sebuah karya sastra seperti puisi atau prosa.

Majas merupakan gaya bahasa perumpamaan atau kiasan atau bermakna konotasi yang umumnya digunakan untuk menguatkan kesan suatu kalimat tertulis atau ucapan lisan dan menimbulkan nuansa imajinatif bagi para pembacanya atau pendengarnya.

Majas dibuat dengan menggunakan beragam kekayaan makna dari suatu bahasa. Tidak hanya dalam bahasa indonesia, bermacam – macam majas juga dapat ditemukan pada banyak bahasa mulai dari bahasa Arab, bahasa Jerman, bahasa Inggris, bahasa Arab dan bahasa lainnya.

Pengertian Majas

contoh majas dan pengertiannya
contoh majas

Singkatnya, majas dapat disebut juga dengan gaya bahasa. Gaya bahasa dari seseorang ketika akan atau sedang mengungkapkan perasaannya, baik secara lisan maupun tulisan yang kemudian dapat menimbulkan atau memberikan reaksi dari pembaca berupa tanggapan.

Pengunaan majas banyak dijumpai pada karya – karya sastra seperti puisi, cerita pendek atau cerpen, novel, maupun drama. Di dalam karya karya sastra tersebut, penulis atau penyair memilih kata – kata tertentu untuk mengungkapkan suatu maksud sesuai dengan yang dirasakannya.

Dengan menggunakan majas dalam suatu karya sastra, diharapkan para pembaca dapat merasakan efek emosional dari gaya bahasa penulis atau penyair tersebut. Selanjutnya adalah paparan mengenai jenis – jenis majas beserta contoh – contoh nya yang perlu Anda ketahui.

Macam-macam Majas dan Contoh Majas Lengkap

contoh majas dan macam macamnya
contoh majas

Pada umumnya dalam Bahasa Indonesia, majas dibagi menjadi 4 macam turunan, yaitu:

  • Majas Perbandingan
  • Majas Pertentangan
  • Majas Sindiran
  • Majas Penegasan

Berikut akan dibahas satu persatu mengenai macam – macam majas beserta contohnya.

Contoh Majas Perbandingan

Sesuai dengan namanya, majas perbandingan menyatakan perbandingan untuk meningkatkan kesan beserta pengaruhnya kepada pendengar dan pembaca. Majas perbandingan terdiri dari delapan jenis, yaitu: majas perumpamaan atau asosiasi, majas personifikasi, majas metafora, majas simbolik, majas alegori, majas simile, majas metonimia, dan majas sinekdokke.

1. Contoh Majas Perumpamaan (Asosiasi)

Majas perumpamaan atau asosiasi merupakan jenis gaya bahasa yang membandingkan sesuatu dengan keadaan lainnya dikarenakan adanya persamaan sifat. Singkatnya majas perumpamaan atau asosiasi adalah jenis gaya bahasa yang membandingkan dua hal berbeda tetapi dianggap sama.

Ciri majas perumpamaan atau asosiasi ini adalah dengan adanya kata penghubung: ibarat, bagai, laksana, seumpama, bagaikan, bak dan lainnya. Majas perumpamaan atau asosiasi ini sering digunakan dalam obrolan ataupun dalam penulisan.

Berikut contoh – contoh kalimat yang menggunakan majas perumpamaan atau Asosiasi:

  1. Otaknya encer ibarat air
  2. Senyumannya manis ibarat gula jawa
  3. Pendiriannya begitu teguh bagaikan batu
  4. Nyanyian wanita itu bak suara kaset kusut
  5. Matamu indah laksana bintang kejora

2. Contoh Majas Personifikasi

baca: Contoh Ceramah

Majas personifikasi merupakan jenis gaya bahasa yang membandingkan benda – benda mati seperti seolah – olah memiliki sifat manusia. Majas personifikasi membuat benda mati seakan – akan dapat melakukan sesuatu seperti yang dilakukan makhluk hidup.

Berikut contoh – contoh kalimat yang menggunakan majas personifikasi:

  1. Peluit kapal laut menjerit panjang pertanda akan berlayar meninggalkan pelabuhan
  2. Suara sirine ambulan meraung-raung membangunkan warga yang tengah tertidur di malam hari
  3. Tanaman rambat itu melahap habis pagar di halaman rumah kami
  4. Pepohonan melambai – lambai tertiup angin kencang
  5. Panas matahari terasa mulai membakar kulit para pemain penonton pertandingan sepak bola

3. Contoh Majas Metafora

contoh majas metafora
contoh majas

Majas metafora merupakan jenis gaya bahasa yang mengungkapkan perbandingan analogis antara dua hal yang berbeda. Majas metafora dapat juga berarti sebagai suatu jenis gaya bahasa yang dibuat dengan frasa yang secara implisit tidak berarti namun secara eksplisit dapat mewakili suatu maksud lain berdasarkan pada persamaan ataupun perbandingan. Singkatnya, majas metafora digunakan sebagai bentuk kata kiasan dalam mengungkapkan sesuatu.

Berikut contoh – contoh kalimat yang menggunakan majas metafora:

  1. Buah hati kami lahir satu bulan yang lalu
  2. Dewi malam menunjukkan sinar cerahnya tadi malam
  3. Harga bahan pokok selalu melambung tinggi sebelum hari raya
  4. Susi selalu menjadi bintang kelas di sekolahnya sejak sekolah dasar
  5. Wahai para pemuda, jangan pernah sekali pun kalian mengenal pil setan apalagi mengkonsumsinya

4. Contoh Majas Simbolik

Majas simbolik merupakan jenis gaya bahasa yang digunakan untuk melukiskan suatu hal dengan menggunakan binatang, benda atau tumbuhan sebagai simbol. Biasanya simbol yang digunakan dalam majas simbolik telah dipahami atau diketahui oleh banyak orang.

Berikut contoh – contoh kalimat yang menggunakan majas simbolik:

  1. Mereka tidak mau dijadikan kambing hitam atas aksi demo 1 Mei yang lalu
  2. Pelaku pencurian kendaraan bermotor tersebut telah dibawa ke meja hijau
  3. Kelakuan para hidung belang adalah pandai memelintir kata untuk menipu gadis – gadis belia
  4. Mulutmu adalah harimaumu, maka jagalah lisanmu, jangan sembarangan berkata
  5. Sifatnya seperti bunglon, pandai berkamuflase dengan cara berpura – pura minta maaf

5. Contoh Majas Alegori

Majas alegori merupakan jenis gaya bahasa yang digunakan untuk menjelaskan suatu maksud tertentu secara tidak langsung atau secara tersirat tetapi masih saling berkaitan. Majas alegori menjelaskan suatu hal secara tersirat dengan menggunakan perbandingan dari hal lain. Majas alegori serupa dengan majas metafora tetapi membandingkan secara utuh.

Berikut contoh – contoh kalimat yang menggunakan majas alegori

  1. Berumah tangga bagaikan mengarungi samudera dengan bahtera, terkadang dijumpai panorama indah yang begitu mempesona tapi tidak jarang juga terkena hantaman ombak dan badai menerpa, membuat kita merasakan guncangan yang dahsyat.
  2. Otak manusia laksana mata pisau, semakin dipakai semakin tajam dan membuatnya semakin disegani oleh manusia lain. Tetapi jika dibiarkan begitu saja, lambat laun akan tumpul, mengarat dan tidak lagi menyilaukan.
  3. Dunia ini bagaikan tumbuhan hijau yang dapat menyihir mata setiap manusia yang memandangnya. Sangat indah dan begitu menakjubkan. Tetapi lambat laun ia akan menguning kering yang pada akhirnya musnah.
  4. Nasib manusia sama saja hal nya dengan roda pedati, suatu ketika akan terjatuh, atau merasakan sakit dan menderita, namun di saat lain akan bisa tertawa dengan bahagia.
  5. Siapa yang tahu isi hati seorang manusia? Kedalamannya melebihi samudera. Tidak seorangpun yang dapat menyelaminya. Kecuali dirinya sendiri dan Tuhan yang menciptakannya. Yang tampak dari luar belum tentu menggambarkan isi hatinya.

6. Contoh Majas Simile

baca: Contoh Paper

Majas simile merupakan jenis gaya bahasa yang membandingkan secara eksplisit atau secara jelas antara dua hal dengan menggunakan kata penghubung layaknya, ibarat, umpama, bak, bagai dan lainnya. Jika dilihat sekilas, jenis gaya bahasa ini serupa dengan majas perumpamaan atau asosiasi.

Berikut contoh – contoh kalimat yang menggunakan majas simile:

  1. Gadis itu sangat cantik bak bidadari yang baru turun dari khayangan
  2. Perkataan ibu begitu sejuk bagaikan embun di pagi hari
  3. Mereka laksana minyak dan air, tidak mungkin dapat bersatu
  4. Kami berdua bagaikan sendok dan garpu, tak terpisahkan
  5. Senyuman wanita itu sungguh indah bagaikan bunga-bunga yang bermekaran

7. Contoh Majas Metonimia

Majas metonimia merupakan jenis gaya bahasa yang digunakan untuk menyebutkan satu kata dengan kata lainnya yang masih berhubungan erat. Singkatnya, majas metonimia menggunakan merk atau nama khusus suatu benda sebagai pengganti benda lain yang lebih umum.

Berikut contoh – contoh kalimat yang menggunakan majas metonimia:

  1. Pandan Wangi semakin hari semakin mahal padahal upah buruh tak kunjung naik (beras)
  2. Perjalanan dari Surabaya ke Bandung menggunakan Merpati akan terasa lebih cepat (pesawat terbang)
  3. Mpok Ati membawakan 5 gelas Aqua untuk para tamu yang sedang menunggu (air minum)
  4. Sesekali pria itu melihat Seiko yang melingkar di tangannya (jam tangan)
  5. Anak itu tampak asyik memainkan Oppo yang baru dibelinya (telepon pintar)

8. Contoh Majas Sinekdoke

Majas sinekdoke merupakan jenis gaya bahasa yang menyebutkan suatu bagian untuk menggantikan keseluruhan atau sebaliknya menyebutkan keseluruhan untuk suatu bagian. Majas Sinekdoke ada dua, yaitu majas sinekdoke pars pro toto dan sinekdoke totem pro parte.
Majas Sinekdoke pars pro toto merupakan jenis gaya bahasa yang menyatakan suatu bagian hal untuk keseluruhan.

Berikut contoh – contoh kalimat yang menggunakan majas sinekdoke pars pro toto:

  1. Untuk dapat menonton di bioskop tersebut, diharuskan membayar Rp. 25.000 perkepala
  2. Batang hidung pria itu belum terlihat hingga detik ini
  3. Pak Dedi memelihara dua puluh ekor sapi
  4. Wiwin membeli lima biji durian Monthong
  5. Pedagang sayur itu hanya menjual tiga ikat bayam

Majas Sinekdoke totem pro parte, merupakan kebalikan dari jenis gaya bahasa sebelumnya, yang menggambarkan keseluruhan untuk suatu bagian hal.
Berikut contoh – contoh kalimat yang menggunakan majas sinekdoke totem pro parte:

  1. Dalam pertandingan bulutangkis ASEAN Games tahun lalu, Indonesia sukses memenangkan medali emas
  2. Jawa Barat menduduki peringkat pertama pada PON tahun lalu
  3. Virus nyamuk cikungunya menyerang Semarang
  4. Dunia kini tengah mewaspadai terjadinya badai ekonomi
  5. Kasus yang dialami Ratna Sarumpaet menggegerkan dunia peradilan Indonesia

Contoh Majas Pertentangan

contoh majas pertentangan
contoh majas

Majas pertentangan merupakan jenis gaya bahasa yang biasa digunakan untuk menyatakan suatu hal yang sebenarnya dengan istilah yang berlawanan. Penggunaan majas pertentangan ditujukan untuk mendapatkan kesan yang dapat diterima oleh pembaca atau pendengar tentang hal yang disampaikan. Jenis gaya bahasa ini dibagi menjadi empat, yaitu: Majas Paradoks, Majas Antitesis, Majas Litotes, dan Majas Hiperbola.

1. Contoh Majas Paradoks

Majas paradoks merupakan jenis gaya bahasa yang menyajikan pertentangan antara pernyataan dengan fakta yang ada. Majas paradoks cukup sering dijumpai dalam sebuah karya roman atau novel.

Berikut contoh – contoh kalimat yang menggunakan majas paradoks:

  1. Semua orang di ruang ber AC ini merasa kepanasan akibat adanya ketegangan
  2. Selalu ada orang yang tetap tenang berkepala dingin di tengah keributan yang ditimbulkan oleh provokator
  3. Kakek walaupun telah bertubuh tua tetapi selalu dipenuhi dengan semangat jiwa muda yang terus membara.
  4. Tidak satupun gadis menyukainya karena saking tampannya pemuda itu
  5. Soal ujian ini terlalu mudah hingga tidak ada satu orang pun yang dapat mengerjakannya

2. Contoh Majas Antitesis

Majas antitesis adalah jenis gaya bahasa yang menyajikan pasangan kata yang berlawanan makna. Pasangan kata tersebut disajikan secara berurutan.

Berikut contoh – contoh kalimat yang menggunakan majas antitesis:

  1. Malam ini baik tua muda, orang dewasa maupun anak – anak semuanya larut dalam suasana gembira menyambut Hari Raya
  2. Miskin kaya bukanlah jaminan untuk dapat masuk surga
  3. Jangan lupa untuk tetap bersedekah tidak peduli besar kecil penghasilan kita
  4. Lulusan universitas negeri ataupun swasta sama – sama memiliki kesempatan untuk dapat bekerja di perusahaan asing tersebut
  5. Sebaiknya pertimbangkan terlebih dahulu akibat baik atau buruknya sebelum hendak memutuskan suatu hal

3. Contoh Majas Litotes

Majas litotes merupakan jens gaya bahasa dengan ungkapan yang dikecilkan atau direndahkan daripada kenyataannya. Penggunaan jenis gaya bahasa ini bertujuan sebagai cara untuk merendahkan diri di hadapan pembaca atau pendengarnya.

Berikut contoh – contoh kalimat yang menggunakan majas litotes:

  1. Mengapa Anda bertanya kepada orang dungu seperti saya ini?
  2. Tolong Anda terima pemberian dari saya yang tidak berharga ini
  3. Singgahlah sebentar di gubuk kami ini
  4. Makanlah seadanya, sekedar untuk penghilang lapar
  5. Ayah akan mengadakan perayaan kecil – kecilan untuk memperingati hari kelahiran adik

4. Contoh Majas Hiperbola

Majas Hiperbola merupakan jenis gaya bahasa dengan ungkapan yang melebih – lebihkan dari kenyataan aslinya. Jenis gaya bahasa ini memberikan kesan yang kuat pada pembaca dan pendengarnya sehingga dapat menarik perhatian mereka.

Berikut ini contoh – contoh kalimat yang menggunakan majas hiperbola:

  1. Berikut adalah daftar hasil karya – karya anak negeri yang mampu mengguncang dunia
  2. Suara deru langkah dari para prajurit mengalahkan kebisingan dari suara kereta api
  3. Wati berlari pulang secepat kilat ketika mendengar kabar ayahnya telah pulang dari Afrika
  4. Di negara maju gedung – gedung dibangun hingga mencapai langit tertinggi
  5. Jeritan hati ku ini terdengar hingga langit ke tujuh

Contoh Majas Penegasan

contoh majas penegasan
contoh majas

Majas Penegasan merupakan jenis gaya bahasa yang digunakan untuk menyatakan suatu hal secara tegas untuk meningkatkan pemahaman dan kesan bagi para pembaca dan pendengar. Gaya Bahasa ini dibagi menjadi tujuh, yaitu: Majas Pleonasme, Majas Repetisi, Majas Tautologi, Majas Retorik, Majas Paralelisme, Majas Klimaks, dan Majas Anti klimaks.

1. Contoh Majas Pleonasme

Majas Pleonasme merupakan jenis gaya bahasa yang digunakan untuk menyatakan suatu hal yang sudah jelas tetapi tetap diberi tambahan kata lain agar mempertegas maksudnya.

Berikut contoh – contoh kalimat yang menggunakan majas pleonasme:

  1. Kalau kamu masih mau mendapatkan jatah makan cepat turun ke bawah (turun ke bawah)
  2. Ketika polisi datang, para pelajar yang sedang melakukan tawuran langsung mundur ke belakang (mundur ke belakang)
  3. Mereka menyaksikan kejadian itu dengan mata kepala mereka sendiri
  4. Dewi merasa riang gembira ketika kekasihnya datang untuk melamar dirinya
  5. Kakek dan Nenek datang dari desa membawa beraneka ragam buah – buahan

2. Contoh Majas Repetisi

Majas Repetisi merupakan jenis gaya bahasa pengulangan dari suatu kata dalam beberapa frasa dengan tujuan menegaskan suatu maksud.

Berikut contoh – contoh kalimat yang menggunakan majas repetisi:

  1. Kamu, kamu dan kamu saja yang ada dalam pikiran ku saat ini
  2. Engkaulah satu – satunya yang ku nanti, satu – satunya yang ku tunggu, satu – satunya yang ku harap datang untuk menghibur ku
  3. Cinta itu seru, cinta itu asik, cinta itu rumit tapi cinta juga bisa memabukkan mu, jadi berhati – hatilah kamu jika telah mengenal cinta
  4. Main game, main game, main game hanya itu saja yang dia lakukan sehari – hari. Pergi keluar sana cari angin supaya sehat
  5. Wandi terus belajar, belajar dan belajar hanya untuk mengejar beasiswa bagi siswa berprestasi

3. Contoh Majas Tautologi

Majas Tautologi merupakan jenis gaya bahasa dengan mengulang kata menggunakan sinonimnya dalam sebuah kalimat untuk beberapa kali yang bertujuan sebagai penegasan maksud.

Berikut contoh – contoh kalimat yang menggunakan majas tautologi:

  1. Hancur – luluh hati Mira, ketika Doni putuskan semua jalinan cinta mereka
  2. Begitu sepi malam ini, begitu sunyi pengharapan ini
  3. Tetap bersama dengan mu selamanya di dalam suka, di dalam duka, waktu bahagia, waktu merana, masa tertawa masa kecewa
  4. Dia memang kuat. Dia memang kekar. Dia memang kuasa.
  5. Apa maksud dan tujuan Anda datang ke sini selarut ini?

4. Contoh Majas Retorik

Majas retorika merupakan jenis gaya bahasa yang berupa kalimat tanya tetapi sebetulnya tidak memerlukan jawaban. Jenis gaya bahasa ini berfungsi untuk penegasan sekaligus sindiran.

Berikut contoh – contoh kalimat yang menggunakan majas retorik:

  1. Dilaksanakan hari apakah Sholat Jumat itu?
  2. Apakah ini dia orang yang selalu Anda sebut – sebut itu?
  3. Ketika kemarin Anda terjatuh dari atap, apakah terasa sakit?
  4. Siapa yang bilang cita – cita dapat digapai hanya cukup dengan bersekolah saja?
  5. Betul begitu? Saya tidak perlu uang ini padahal kebutuhan saya masih banyak?

5. Contoh Majas Paralelisme

Majas paralelisme merupakan bentuk jenis gaya bahasa perulangan yang biasanya hanya digunakan untuk penegasan makna frase dalam sebuah puisi.

Berikut contoh – contoh kalimat yang menggunakan majas paralelisme:

  1. Sungguh diri ku mendengar
  2. Sungguh diri ku melihat
  3. Sungguh diri ku merasakan
  4. Sungguh diri ku merinduimu
  5. Sungguh diri ku mencintaimu
  6. Mereka boleh memburu ku
  7. Mereka boleh membakar ku
  8. Mereka boleh menembak ku
  9. Mereka boleh menghabisi ku
  10. Baik golongan yang tinggi maupun golongan yang rendah harus tetap diadili jika bersalah
  11. Hukuman bagi seorang koruptor yang telah menyengsarakan rakyat banyak bukan hanya dipenjara selama lima atau sepuluh tahun, tetapi harus diberi hukuman mati.
  12. Begitu ironis nasib seorang siswa SMU yang telah dinyatakan lolos PMDK ternyata tidak lulus dalam Ujian Nasional

6. Contoh Majas Klimaks

baca: Contoh Teks Eksplanasi

Majas Klimaks merupakan jenis gaya bahasa yang menyatakan lebih dari dua hal secara berurutan dengan tahapan semakin lama semakin meningkat.

Berikut contoh – contoh kalimat yang menggunakan majas klimaks:

  1. Di toko itu, tersedia banyak barang dengan harga yang bervariasi mulai dari Rp 25.000 sampai dengan Rp 2.500.000
  2. Pada hari itu semua orang mulai dari bayi, anak – anak, remaja, orang dewasa hingga orang tua, semuanya turut serta turun ke jalan melakukan aksi demo menuntut agar seorang pemimpin tirani turun dari jabatannya sebagai seorang perdana menteri
  3. Dari mulai rakyat jelata, orang biasa, polisi, tentara, tokoh masyarakat sampai dengan para ulama memberikan pernyataan atas apa yang telah dikatakan sang gubernur
  4. Kepala desa, camat, bupati, walikota, gubernur, sampai presiden seharusnya dipilih berdasarkan kemampuan mereka
  5. Anak itu menangis, meledak- ledak seperti akan memecahkan rongga dada

7. Contoh Majas Anti klimaks

Majas antiklimaks merupakan jenis gaya bahasa yang menyatakan lebih dari 2 hal secara berturut – turut dengan tahapan yang semakin lama semakin menurun.

Berikut contoh – contoh kalimat yang menggunakan majas anti klimaks:

  1. Setiap hari senin, kepala sekolah, guru, staf dan para siswa di SMK Negeri 3 Bandung rutin melakukan upacara bendera di pagi hari
  2. Tersedia ukuran kaos mulai dari XXL, XL, L, M, S sampai yang terkecil XS
  3. Segenap jajaran dari yang paling atas, kepala sekolah, guru, wali murid, dan para siswa hadir di acara perpisahan sekolah pada hari minggu yang lalu
  4. Tidak peduli apakah Anda orang tua, muda atau masih anak-anak, merokok itu tidak baik untuk kesehatan
  5. Persiapan pemilihan umum telah dilaksanakan secara serentak di Ibu Kota Negara, ibu kota – ibu kota provinsi, kabupaten, kecamatan, dan semua desa di seluruh
  6. Indonesia, hingga di tingkat Rukun Warga maupun Rukun Tetangga

Contoh Majas Sindiran

Contoh Majas Sindiranv
Contoh Majas

Majas sindiran merupakan jenis gaya bahasa yang ditujukan untuk menyatakan sindiran kepada para pendengar atau pembacanya. Jenis gaya bahasa ini bertujuan untuk merubah perilaku seseorang. Gaya bahasa ini dibagi menjadi tiga, yaitu majas ironi, markas sarkasme, dan markas sinisme.

1. Contoh Majas Ironi

Majas ironi merupakan jenis gaya bahasa yang digunakan dengan menyatakan sesuatu hal secara bertentangan dengan kenyataan. Gaya bahasa ini ketika diungkapkan terdengar seperti pujian tetapi sebetulnya bermakna negatif / sindiran.

Berikut contoh – contoh kalimat yang menggunakan majas ironi:

  1. Bagus sekali kata – kata anda, sampai – sampai siapa pun yang mendengarnya merasa sakit hati
  2. Wah tulisan mu terlalu bagus hingga tidak ada seorang pun dapat membacanya kecuali diri mu sendiri
  3. Andri memang seorang siswa yang sangat rajin, tugas dari guru hingga menggunung pun tidak tersentuh olehnya
  4. Bau nafas mu harum sekali, sampai – sampai aku tak tahan.
  5. Ini dia baru yang namanya seorang siswa teladan, jarang masuk, sekalinya masuk selalu terlambat

2. Contoh Majas Sarkasme

Majas sarkasme merupakan jenis gaya bahasa sindiran yang disampaikan dengan konotasi paling kasar. Gaya bahasa ini biasanya hanya diucapkan oleh seseorang yang sedang marah besar.

Berikut contoh – contoh kalimat yang menggunakan majas sarkasme:

  1. Sikap Anda membuat saya muntah. Pergi saja sana!
  2. Dasar kau idiot! Masa kerja beginian saja kau tak becus!
  3. Kamu dasar lelaki kere! Menyesal banget aku pernah mengenal mu!
  4. Diam! Sakit telinga saya mendengar ocehan Anda
  5. Dasar kamu bermuka badak, sudah disindir masih juga kamu berpura – pura tidak mengerti

3. Contoh Majas Sinisme

Majas sinisme merupakan jenis gaya bahasa yang digunakan dengan menyatakan sindiran secara tidak langsung atau secara implisit.

Berikut contoh – contoh kalimat yang menggunakan majas implisit:

  1. Aku bangga mendapatkan nilai 7 dari hasil jerih payah sendiri daripada kamu mendapat nilai sempurna tapi dengan cara curang
  2. Sungguh sangatlah tidak pantas kata – kata seperti itu diucapkan oleh orang terpelajar seperti Anda
  3. Sudah saya katakan jangan mencari perempuan hanya dari kecantikannya saja, sekarang baru ketahuan yang kamu pilih itu adalah seorang transgender
  4. Lama – lama saya bisa gila kalau terus melihat tingkah laku Anda yang memuakkan ini
  5. Memang kamu adalah seorang gadis yang paling cantik di seluruh antero jagad raya ini yang mampu menghancurkan seluruh isi dari jagad raya ini
  6. Apa pendapat Anda, setelah Anda mengetahui tentang pengertian, jenis – jenis, dan contoh- contoh majas? Sangat menarik bukan?

***

Demikianlah penjelasan singkat mengenai berbagai jenis majas beserta contoh – contohnya. Semoga isi materi contoh majas dalam artikel ini dapat membantu Anda untuk memahami materi tentang majas secara mudah. Semoga bermanfaat.

Bagikan:

Leave a Comment